Kalahkan Bioskop dan Online, 54% Konsumen Percaya Iklan Radio

Sepanjang semester pertama 2017 (Januari hingga Juli), TV masih mendominasi belanja iklan nasional. Catatan Nielsen menyebutkan bahwa iklan TV di 15 TV nasional sepanjang periode tersebut mencapai Rp 65,1 triliun. Selanjutnya, disusul koran dengan nilai belanja iklan sebesar Rp 15,6 triliun untuk 99 koran.

Yang menarik, belanja iklan radio (104 stasiun radio) pada periode ini sanggup menyalip belanja iklan majalah, yakni menyentuh Rp 811,8 juta. Bahkan, rata-rata per bulannya, iklan radio mampu meraup belanja iklan lebih dari Rp 100 juta. Adapun majalah (120 majalah) menempati peringkat paling buncit, dengan belanja iklan sebesar Rp 656,6 juta.

Tingginya belanja iklan radio rupanya selaras dengan tingkat kepercayaan konsumen Indonesia terhadap iklan di radio. Ada lebih dari separuh konsumen Indonesia, 54%, percaya dengan iklan di radio. Angka itu melebihi jumlah konsumen yang percaya pada iklan di bioskop (53%) dan iklan online atau digital (48%).

Sementara itu, mereka yang percaya pada iklan TV, jumlahnya paling tinggi, yakni 63%. Diikuti oleh iklan di koran 60%, iklan di majalah 58%, iklan di billboard 56%, dan iklan di TV program sebesar 55%.

Lantas, format iklan seperti apa yang disukai para pendengar radio? Studi Nielsen mengungkapkan bahwa format promosi produk yang palinh disukai (29%). Selanjutnya, diikuti oleh lagu komersial (25%), dialog atau percakapan komersial (22%), dan monolog komersial (3%).

Studi Nielsen juga menyebutkan bahwa iklan radio dengan komedi berkualitas adalah yang paling menarik minat pendengar radio di Tanah Air. Kemudian, diikuti oleh storyline (12%), informatif (9%), info produk (8%), dan tagline (7%).

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)