Lima Fakta Tentang PAUD di Indonesia

Studi yang dilakukan Benesse Educational Research and Development (BERD) Institute milik Benesse Corporation kepada Ibu-Ibu yang memiliki anak usia dini (4-6 tahun) dari Finlandia, Cina, Jepang, dan Indonesia pada tahun lalu, mengungkapkan sejumlah fakta menarik.

Diterangkan Direktur PT Benesse Indonesia Daisuke Okada, “Survei dilakukan dengan mewawancarai para ibu melalui kunjungan ke rumah. Poin-poin yang disurvei antara lain waktu kebiasaan anak terkait media pembelajaran, sudut pandang orang tua terkait pengasuhan dan pendidikan untuk anak, harapan untuk masa depan anak, kemampuan sosial emosional anak, waktu yang dihabiskan bersama anak, dan sebagainya.”

Khusus di Indonesia, survei yang dilakukan kepada 900 responden yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), itu menghasilkan lima fakta yang menarik untuk dicermati. Berikut ini adalah lima fakta hasil studi BERD.

#1 Anak Indonesia Bangun Tidur Lebih Awal Anak-anak Indonesia tercatat bangun tidur lebih awal. Alasannya, Indonesia memiliki banyak kegiatan di pagi hari dan bagi anak-anak pemeluk agama Islam harus melakukan sholat Subuh. Pada hari biasa, anak Indonesia yang bangun tidur sebelum pukul 05.30 mencapai 11,1% dan yang bangun pada pukul 06.00 mencapai 31,9%. Sementara itu, anak-anak di tiga negara lainnya (Jepang, China, dan Finlandia) yang bangun tidur pada pukul 05.30 hanya mencapai kurang dari 3%. Adapun, yang bangun pada pukul 06.00 hanya kurang dari 13%. Anak-anak di Jepang, Cina, dan Finlandia ternyata lebih banyak bangun tidur pada pukul 07.00.

#2 Anak Indonesia Lebih Sedikit Menghabiskan Waktu di PAUD Ada 89,8% anak Indonesia yang menghabiskan waktu kurang dari 4 jam di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau play group. Itu artinya, lebih singkat dibandingkan dengan anak-anak dari negara lain. Anak-anak di Indonesia ternyata tidak ada yang pernah menghabiskan waktu di PAUD hingga lebih dari 8 jam. Sebaliknya, anak-anak di negara lain justru banyak menghabiskan waktu di PAUD hingga lebih dari 8 jam. Anak-anak di China yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam di PAUD mencapai 50%. Selanjutnya, disusul oleh anak-anak di Finlandia 44%, dan Jepang 10%. Lamanya anak-anak di Jepang, China, dan Finlandia menghabiskan waktu di PAUD karena banyak orangtua di sana adalah wanita pekerja.

#3 Tiga Hal yang Dibutuhkan Ibu di Indonesia dalam Mengasuh Anak Bagi Ibu di Indonesia, ada tiga hal yang memerlukan usaha paling besar dalam mengasuh anak. Pertama, yaitu menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, seperti menyikat gigi, mandi, dan sebagainya (66.9%). Selanjutnya, disusul dengan usaha menjaga kesehatan tubuh (64.8%), dan main bersama orang tuanya (56.7%).

Dalam studi longitudinal, perkembangan pada usia prasekolah (3-6 tahun) yang dilakukan oleh BERD, anak-anak yang menguasai kebiasaan hidup pada usia 3-4 tahun akan memiliki kemampuan sosial emosional yang lebih baik pada usia 4-5 tahun. Kemampuan sosial emosional itu berhubungan dengan perkembangan aspek kognitif seperti huruf, angka, dan kemampuan berpikir. Oleh karena itu, menanamkan kebiasaan hidup sejak dini sangat penting untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak.

#4 Harapan Ibu di Indonesia Terhadap Anak Para ibu Indonesia di Indonesia mengharapkan anaknya menjadi orang yang menyayangi keluarga (75,8%), menjadi orang yang memiliki sikap kepemimpinan (53,1%), dan menjadi orang yang bisa memanfaatkan kemampuan tinggi dalam pekerjaan (35%). Serupa dengan ibu di Indonesia, ibu di China (77,9%) dan Finlandia (81,7%) juga menginginkan anak mereka menjadi orang yang menyayangi keluarga. Hanya para ibu di Jepang berharap anak mereka menjadi orang yang memiliki pendirian atau pendapat sendiri (72,3%).

#5 Persepsi Ibu di Indonesia terhadap Anak Para ibu di Indonesia menilai bahwa anak adalah sosok yang mewarisi keturunan keluarga untuk masa depan (64,3%), sosok yang akan mengurus orang tua di masa yang akan datang (57,9%), dan sosok yang bisa mengabulkan cita-cita orang tua (57,0%). Tiga penilaian tersebut merupakan hasil survei yang unik dari Indonesia, karena 30 poin lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Sementara itu, para ibu di Jepang (66,6%) dan Finlandia (98,9%), menilai bahwa anak adalah sosok yang memakmurkan kehidupan sehari-hari. Adapun ibu di China menilai bahwa anak adalah sosok yang mempunyai karakter atau kepribadian yang berbeda dengan orang tua (81,2%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)