Memaksimalkan Iklan Dengan Second Screen Syncing

Tahun lalu, Millward Brown memprediksikan bahwa meshing (tampilan konten yang saling berhubungan di beberapa perangkat) akan melahirkan konsep iklan baru yaitu multiscreen. Dan benar saja, iklan multiscreen memang meledak. Para marketer dengan cermatnya mengambil kesempatan emas dari behavior user ini. Untuk tahun 2015, Millward Brown memproyeksikan tren ini akan semakin berkembang. Iklan yang muncul di second screen (perangkat mobile, tablet, komputer) akan muncul dengan perencanaan yang lebih matang.

multiscreen-example-audi

Iklan multiscreen meledak di tahun 2015

Second screen syncing adalah merencanakan media Anda. Dalam hitungan detik, iklan Anda akan muncul di perangkat (handphone, tablet, komputer) sebagai pelengkap TVC. Untuk merencanakan timing secara tepat, Anda sebaiknya menggunakan teknologi listening. Teknologi tersebut akan mendorong ad server untuk membeli space yang tersedia di website sehingga iklan bisa langsung tampil di ranah digital setelah TVC ditayangkan.

Apa gunanya mensinkronikasikan media? Menurut studi dari Millward Brown, teknologi ini dapat meningkatkan peluang dalam menjangkau audiens Anda baik online maupun offline sekaligus untuk mengukur brand. Selain itu, strategi ini juga berguna untuk menjangkau penonton TV yang seringkali memanfaatkan waktu iklan untuk browsing.

Terlebih lagi, teknologi ini juga bisa mengamplifikasikan message brand dan meningkatkan exposure sehingga meningkatkan ROI advertising spend. Namun hal yang perlu diingat adalah sinkronisasi bukan sekedar amplifikasi dan frekuensi, tetapi juga kesempatan storytelling. Brand bisa melanjutkan story tentang mereka lewat ranah digital dan menambah value yang ditujuakn untuk mereka yang menonton TV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)