Mencermati Perilaku Digital Wisatawan Indonesia

Studi "The Global Digital Traveler Research" yang dilakukan Travelport pada Agustus 2017 terhadap 11 ribu responden dari 19 negara di dunia--termasuk Indonesia--melaporkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga besar dunia sebagai pelancong yang paling bergantung pada perangkat digital, alias nomor tiga dalam kategori wisatawan digital atau digital traveler. Peringkat pertama dan kedua ditempati oleh India dan China, yang  notabene tercatat sebagai negara dengan penduduk terpadat di dunia.

Segmen wisatawan menjadi seksi bagi industri hospitality karena nilai bisnisnya yang terhitung sangat fantastis, yakni mencapai $ 7,6 triliun untuk pasar travel global. "Untuk sektor pariwisata di Indonesia, pertumbuhannya di tahun ini tercatat signifikan, yakni 25,68%. Itu artinya, tumbuh melampaui kawasan Asia Pasifik dan negara berkembang lainnya," ucap Mark Meehan, Managing Director Asia Pacific Travelport.

Laporan ini juga memaparkan berbagai kecenderungan wisatawan Indonesia dalam menggunakan perangkat digital pada setiap proses ketika mereka akan melakukan perjalanan. Mulai dari proses Planning (saat merencanakan perjalanan), Booking (saat memesan perjalanan), The Journey (saat dalam perjalanan), hingga In Destination (saat di tempat tujuan).

Seperti apa kebiasaan atau perilaku digital traveler Indonesia dalam melalui empat proses tersebut? Simak pemaparan Mark Meehan di bawah ini.

#1 Planning Wisatawan Indonesia tercatat sebagai traveler yanh gemar melakukan penelitian ketika akan membuat rencana perjalanan. Terbukti, ada 71% wisatawan Indonesia yang menggunakan pencarian suara (voice search) ketika melakukan riset tentang perjalanan wisata. Itu artinya, Indonesia menempati peringkat kedua setelah China yang persentasenya mencapai 72%.

Selanjutnya, ada 93% wisatawan Indonesia yang menggunakan video dan foto dari sosial media teman-teman mereka sebagai bagian dalam pencarian travel mereka. Padahal, rata-rata wisatawan Asia Pasifik yang menggunakan video dan foto hanya 76%. Menariknya, ada 84% wisatawan yang masih lebih nemilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalanan profesional. Ada 77% wisatawan Indonesia yang percaya bahwa pengalaman digital yang baik menjadi penting ketika mereka memilih sebuah penerbangan.

#2 Booking Pada saat memesan perjalanan, ada 63% wisatawan Indonesia yang menghindari hotel yang membebankan biaya wifi kepada mereka. Tak heran, jika ada 80% wisatawan Indonesia yang memilih hotel dengan fasilitas wifi gratis. Selanjutnya, ada 68% wisatwan Indonesia yang memesan perjalanan mereka melalui smartphone. Itu artinya, menempati peringkat pertama di dunia. Kemudian, ada 45% wisatasan Indonesia yang merasa frustasi karena mereka tidak bisa mengakses semua pesanan dalam sebuah perangkat. Adapun 43% mengaku frustasi karena harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah.

#3 The Journey Wisatawan Indonesia, sebanyak 84%, merasa penting untuk tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian. Sementara itu, 80% wisatawan Indonesia mengatakan bahwa boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan mereka lebih mudah. Ada 25% wisatawan Indonesia yang mengandalkan smartphone mereka untuk seluruh perjalanan. Tak heran, jika Indonesia menempati peringkat ketiga—setekah China dan India—untuk penggunaan aplikasi terkait traveling.

#4 In Destination Ketika berada di tempat tujuan wisata, ada 64% wisatawan bisnis Indonesia yang mengaku menghargai layanan concierge di smartphone. Ada 57% wisatawan Indonesia yang lebih suka check in hotel lewat sebuah aplikasi mobile. Sementara itu, ada 80% wisatawan Indonesia yang telah menulis ulasan hotel atau restoran yang mereka kunjungi. Yang menarik, ada 19 kategori aplikasi berbeda yang digunakan wisatawan Indonesia di setiap rata-rata perjalanan mereka. Padahal, rata-rata global hanya 16 kategori aplikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Serius Garap Segmen B2B, LG Rilis AC Multi V 5 VRF

Demi meningkatkan penguasaan pasar penyejuk ruangan (AC) di Indonesia yang saat ini telah menempati peringkat kedua, PT LG Electronics Indonesia...

Close