Pengiklan Tidak Lagi “Menuhankan” Rating, Ini Buktinya!

Jika dulu pengiklan masih “menuhankan” rating dari sebuah program televisi, sepertinya sekarang perilaku itu sudah mulai luntur. Kini, pengiklan tidak melulu menggelontorkan belanja iklan mereka pada program-program televisi yang berating tinggi. Mau bukti? Mari kita tengok data belanja iklan di Indonesia pada kuartal pertama (Q1) 2016 atau Januari-Maret 2016, yang baru saja dirilis Nielsen. nielsen program Berdasarkan data Nielsen pada periode tersebut, program News dan Information yang memiliki rating rendah, yakni masing-masing 0,3 dan 0,5, justru mampu meraih belanja iklan yang cukup tinggi. Jika program News sanggup memperoleh belanja iklan Rp 3 triliun, maka program Information sanggup meraih belanja iklan sebesar Rp 3,4 triliun. Bandingkan dengan program anak yang berating lebih tinggi, 0,9, yang hanya mampu meraih belanja iklan Rp 1,8 triliun. Bahkan, program Spesial yang mendulang rating hingga 1,5, hanya kebagian belanja iklan di bawah Rp 0,5 triliun. Sementara itu, belanja iklan tertinggi masih diraih oleh program Series. Program series yang memilki rating 1,8 itu, mampu mendulang belanja iklan sebesar Rp 6 triliun. Selanjutnya, diikuti oleh program entertainment berating 1,0 yang meraih belanja iklan 4,7 triliun. Kemudian, program movie yang berating sama, 1,0, dengan raihan belanja iklan sebesar Rp 3,7 triliun.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Schneider Electric Gelar “Go Green in the City 2016”

Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi, menyelengarakan kompetisi di kalangan mahasiswa global untuk menciptakan solusi efisiensi energi di...

Close