SEKSINYA PASAR TEH INDONESIA

Konsumsi teh di Indonesia terus meningkat menyusul gencarnya iklan teh dalam berbagai bentuk dalam 10 tahun terakhir. Survei Nielsen Consumer Media View menunjukkan bahwa konsumen Teh Siap Minum (Ready to Drink/RTD) pada 2016 mencapai 75%. Sedangkan konsumen Regular Tea sekitar 64%. Dari prosentase peminum RTD tersebut, 53% diantaranya mereka juga mengkonsumsi Teh Reguler. Dan 22% yang melulu mengonsumsi Teh Siap Minum. Konsumen RTD tea ini mempunyai kecenderungan lebih tinggi untuk juga mengkonsumsi produk siap minum lainnya, diantaranya 81% mengkonsumsi Soft Drink, 63% mengkonsumsi Jus Siap Minum, dan 25% diantaranya juga mengkonsumsi produk Kopi Siap Minum.

Dibandingkan pengkonsumsi Teh Reguler, mereka yang mengkonsumsi Teh Siap Minum lebih condong berasal dari kelas Upper yaitu sebanyak 31% dan juga berusia lebih muda yaitu sebanyak 52% berusia 10-29 tahun. Sebaliknya 56% dari peminum Teh Reguler berusia 30 tahun ke atas dan 24% adalah pegawai kerah biru.

Dengan semakin banyaknya pilihan yang tersedia, frekuensi konsumen dalam mengkonsumsi produk Teh Siap Minum juga menjadi lebih sering. Pada 2007 51% konsumen minum Teh Siap Minum setidaknya sebulan sekali, pada 2017 prosentase tersebut meningkat menjadi 65%. Konsumen yang mengkonsumsi Teh Siap Minum setidaknya seminggu sekali juga meningkat dari 30% di tahun 2007 menjadi 36% di tahun 2017.

Belanja Iklan Teh

Belanja iklan kategori Teh terus mengalami pertumbuhan selama 10 tahun terakhir. Pada 2007 nilai belanja iklannya di TV dan media cetak mencapai Rp 311 miliar sedangkan pada 2016 belanja iklan kategori Teh mencapai Rp 2,7 trilIun atau tumbuh hampir sembilan kali lipat. Jika dilihat lebih detail berdasarkan jenis produknya, pertumbuhan belanja iklan kategori Teh tersebut sangat didorong oleh Teh Siap Minum yang berkontribusi hingga 77% terhadap total belanja iklan kategori Teh atau setara dengan Rp 2,1 trilyun pada 2016. Dengan nilai tersebut, belanja iklan produk-produk Teh Siap Minum tumbuh 11 kali lipat dari nilai 2007. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan belanja iklan Teh Reguler yaitu 5 kali lipat dan mencapai Rp 610 milyar pada 2016.

Terus meningkatnya nilai belanja iklan produk-produk Teh Siap Minum turut dipengaruhi oleh bertambahnya pengiklan di industri ini dari tahun ke tahun. Pada 2016, tercatat ada sebanyak 16 pengiklan dan 20 merek Teh Siap Minum yang mempunyai aktivitas beriklan di TV atau media cetak. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan dengan pada 2007 yaitu sebanyak 7 pengiklan dengan 12 merek.

Pada 2016, Teh Pucuk Harum yang diluncurkan pada tahun 2011 memimpin daftar urutan pengiklan dengan belanja iklan terbanyak yaitu mencapai Rp381,7 miilyar dan mengalami kenaikan sebesar 26% dibandingkan tahun 2015. Bersaing cukup ketat di urutan ke dua adalah Teh Gelas dengan belanja iklan sebesar Rp359,6 Milyar. Sementara itu, tahun 2016 juga menjadi awal untuk Fiesta Black Tea yang membelanjakan Rp59,2 milyar untuk beriklan dan berada di urutan ke sepuluh. (Lis Hendriani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Cetaphil Makin Fokus Garap Pasar Skin Care Tanah Air

Market produk kecantikan, khususnya perawatan kulit (skin care) di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan. Data Euromonitor International bertajuk “The Future...

Close