Video, Medium yang Sedang Hype di Indonesia

Indonesia termasuk negara pengonsumsi video terbanyak di dunia. Survei Millward Brown menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mengonsumsi multilayar (setidaknya televisi dan smartphone atau tablet) rata-rata selama 431 menit atau lebih dari tujuh jam dalam sehari! Dari 431 menit tersebut, 53% atau sekitar 229 menit (hampir empat jam) dihabiskan untuk menonton video—di mana sekitar satu jam (78 menit) mereka menonton video via saluran televisi Free-Air TV (FTA), dan sekitar setengah jam (33 menit) menonton video via on-demand TV.

Millward_Brown_1

Studi kepada lebih dari 13.500 pengguna multiscreens usia 16-45 tahun di 42 negara ini membuat membuat Millward Brown merekomendasikan marketer memanfaatkan media yang sedang hype ini untuk komunikasi pemasaran. "Sekarang sudah memungkinkan bagi para pemasar di Indonesia untuk menjangkau konsumen degan skala yang besar melalui berbagai saluran video. Namun pemasar perlu lebih berhati-hati jika menerapkan pola pikir konten strategi TV yang lama untuk penonton video digital yang lebih canggih dan cerdas di Indonesia,” tutur Mark Chamberlain, Managing Director Millward Brown Indonesia.

Millward_Brown_2

Dalam studi yang disebut sebagai AdReaction Video ini, Millward Brown menengarai perilaku konsumen Indonesia dalam menonton video dan mengidentifikasi kunci strategi untuk merancang video kreatif yang efektif untuk membidik konsumen Indonesia.

Menurut Millward Brown, konsumen Indonesia menerima strategi “targeting” dalam digital, tetapi mereka tidak ingin merasa diintai. Konsumen Indonesia pada umumnya lebih terbuka terhadap iklan advertising dibandingkan konsumen global. Sekitar 43% konsumen Indonesia lebih memilih iklan yang ditargetkan berdasarkan minat mereka, 36% berdasarkan merek yang disukai, dan hanya 25% yang menerima iklan yang didasarkan pada sejarah browsing web mereka.

Millward_Brown_3

Temuan lain, sekitar 47% konsumen di Indonesia mengatakan mereka kemungkinan tidak akan melewati iklan video dan lebih memperhatikan jika iklan tersebut menawarkan imbalan atau hadiah. Format iklan video yang dipilih adalah iklan yang memberikan kebebasan bagi konsumen untuk mengontrol informasi yang diterima. Sekitar 34% lebih menyukai YouTube skippable pre roll dan Click-to-play format, 82% menganggap Laptop sebagai perangkat yang paling dapat memberi kebabasan untuk mengontrol iklan yang dilihat (di tingkat global levelnya 63%).

Millward_Brown_4

Konten adalah segalanya. Temuan AdReaction Video juga menunjukkan bahwa adanya kebutuhan untuk pemasar agar mempertimbangkan konten digital dari awal proses pengembangan kreatif dan memodifikasi konten sesuai dengan multi layar. Sangat penting untuk pemasar agar menciptakan dampak pada konsumen dalam 5 detik pertama dimana “skip-able” video lebih digemari oleh konsumen Indonesia.

Millward_Brown_5

Hasil riset ini selain menunjukkan bahwa dunia digital memberikan kesempatan yang besar bagi para pemasar, juga memberikan pengetahuan yang jelas mengenai bentuk format iklan yang berkerja lebih baik di Indonesia.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Strategi Elevenia di 2016

Di tahun keduanya, Elevenia menyatakan akan semakin agresif mendominasi pasar e-commerce Indonesia. Keyakinan tersebut diperkuat dengan kemampuan Elevenia membukukan 20...

Close