Waspadai Empat Tren Belanja Produk FMCG di Tahun Ini!

kantar ok Data Kantar Worldpanel menunjukkan bahwa pertumbuhan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia pada Juli 2013 hingga Juni 2014 mencapai 15,2%. Sayangnya, pertumbuhan itu mengalami penurunan pada periode Juli 2014 hingga Juni 2015, yakni menjadi 7,4%. Turunnya pertumbuhan FMCG di Indonesia rupanya juga terjadi di kasawan Asia. Jika pada tahun 2013, secara keseluruhan pertumbuhan FMCG di Asia sekitar 10%, maka pada tahun 2015, pasarnya menurun menjadi 4,6%. Penurunan pasar FMCG di Indonesia tak lepas dari tren belanja orang Indonesia yang mengalami pergeseran di tahun ini. Pada acara “Consumer Connection 2015: Kantar Worldpanel's Client Day”, Nadya Ardianti, Insight Director Kantar Worldpanel Indonesia, memaparkan tiga tren belanja FMCG yang tengah terjadi di Indonesia di tahun 2015 ini. Tren pertama, orang Indonesia lebih berhati-hati di dalam berbelanja. Menurut data Kantar Worldpanel, yang mensurvei 80% rumah tangga di Indonesia (26,5 juta rumah tangga urban dan 22,5 juta rumah tangga rural), kategori yang dibeli konsumen Indonesia di tahun ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu. Ia mencontohkan, jika rata-rata orang berbelanja sekitar 48 kategori produk di tahun lalu, maka tahun 2015 ini mereka berbelanja sekitar 46 kategori. Tren kedua, serupa dengan ASIA trend, konsumen Indonesia cenderung lebih tertarik berbelanja ketika ada berbagai promosi yang ditawarkan. Menurut hasil riset di modern trade, pembelanjaan yang terjadi pada saat promosi di modern trade terjadi sekitar 17% dari jumlah pembelanjaan dalam setahun. Itu artinya, pertumbuhannya meningkat sebesar 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tren ketiga, ditambahkan New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia Fanny Murhayati, frekuensi belanja orang Indonesia terhadap produk FMCP yang tadinya 384 kali dalam setahun (sehari bisa lebih dari sekali berbelanja), maka tahun ini frekuensi belanja mereka turun menjadi 358 kali dalam setahun. Tren keempat, kebiasaan belanja dengan membeli packsize yang lebih besar yang telah terlihat di tahun sebelumnya, tahun ini trennya terlihat menurun. Tren serupa terjadi juga di Asia, di tengah keadaan ekonomi Asia yang sedang melambat. Mulai dari mengurangi frekuensi belanja namun meningkatkan kuantitas pembelian per pembelanjaan, hingga kecenderungan untuk lebih tertarik dengan berbagai promosi yang ditawarkan. Diterangkan Fabrice Carrasco, Managing Director Indonesia, Vietnam, dan Filipina, “Digital trend juga mewarnai kebiasaan berbelanja dari konsumen di dunia, dan juga Asia. Menurut data dari Kantar Worldpanel e-commerce, pada tahun 2025, e-commerce market untuk consumer good, akan double dibandingkan dengan keadaan saat ini. Untuk beberapa negara seperti China, kontribusi pembelian FMCG product melalu online adalah sekitar 15%, sedangkan di Korea sekitar 30%.” Berbeda dengan Indonesia, dimana maraknya pembelian melalui online, biasanya untuk fashion, dan juga barang elektronik. “Belanja online untuk pembelian produk FMCG masih cenderung sangat minimal, yakni di bawah 1%. Konsumen masih lebih memilih untuk berbelanja konvensional dengan mendatangi pusat perbelanjaan, karena warung-warung sangat dekat dengan hunian di Indonesia,” tambah Fanny.***
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)