LSPR Dorong Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Penelitian

Demi meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang komunikasi, London School of Public Relations-Jakarta (LSPR-Jakarta) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Konferensi Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bidang Komunikasi (KNP2K). Tema yang diusung pada konferensi yang dihelat pada 5-6 September ini ladalah “Sinergi Komunikasi Strategis untuk Edukasi Publik”.

Dijelaskan Dr. Lestari Nurhajati, Ketua KNP2K, objektif dari konferensi tersebut adalah agar tercipta program pengabdian masyarakat berbasis penelitian serta memberikan pemahaman bagaimana implementasi dalam kajian komunikasi. "Selain itu, saya juga ingin merekomendasikan kepada pemerintah mengenai langkah-langkah komunikasi strategis dalam mengedukasi publik,” ucapnya.

Serangkaian kegiatan yang dihadirkan pada KNP2K antara lain call for abstract, seminar, dan presentasi makalah pada parallel session. Digelar di kampus LSPR-Jakarta, KNP2K dibuka oleh Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah Tiga Dr. Ir. Illah Sailah, MS. Hadir juga Prof. Ainun Na’im, P.h.D, Sekretaris Jenderal kemeterian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si selaku Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai Keynote Speakers.

Para akademisi dan praktisi komunikasi menyambut antusias KNP2K. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya jumlah abstrak yang diterima oleh panitia KNP2K. "Jumlah abstrak yang dikirimkan ke KNP2K berjumlah 166 buah dan yang diterima untuk dipresentasikan di KNP2K berjumlah 127 Abstrak. Pemakalah yang hadir mempresentasikan makalahnya berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Pembangunan Jaya Jakarta, Universitas Atmajaya, LSPR, dan sebagainya," ujarnya.

Salah satu hasil nyata KNP2K adalah dipilihnya 40 artikel terbaik. Dari 40 artikel terbaik itu, 8 artikel dipublikasikan melalui jurnal nasional terakreditasi DIKTI, sedangkan 32 artikel lainnya akan masuk jurnal online berISSN. Adapun 126 artikel lainnya akan dipublikasikan melalui proceeding KNP2K yang memiliki ISSN.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi, dan Informatika Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si yang merupakan keynote speaker KNP2K LSPR Jakarta menyampaikan bahwa dalam 1 menit distribusi informasi melalui twitter sebanyak 3,3 juta dan melalui Whats App ada 29 juta informasi.

"Pertanyaannya, apakah jumlah distribusi informasi yang demikian besar sejalan dengan nilai informasi, mengingat informasi yang membanjiri masyarakat adalah informasi negatif. Untuk itu, diharapkan peran akademisi dan praktisi bidang komunikasi untuk memberikan solusi dari permasalahan ini," harapnya.

Lebih lanjut Rosarita menegaskan bahwa pola komunikasi di dunia maya saat ini adalah 10 to 90 . Itu artinya, 10% creator dan 90% audience. "10 orang aktif memberikan informasi dan 90 orang aktif melakukan membagikan dan mereproduksi informasi yang terkadang tidak selalu positif. Dampaknya, kemunculan isu hoax, radikalisme, dan ujaran kebencian menjadi tersebar luas tanpa terkendali," pungkanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)