Mediatrac Selenggarakan Festival Big Data Terbesar di Indonesia

Sukses dengan event Big Data Week 2015, perusahaan teknologi Big Data Analytics Mediatrac menyelenggarakan  festival Big Data kelas dunia bertajuk “Data For Life 2016. Festival ini berlangsung selama 5 hari dan diikuti lebih dari 1.300 orang dalam seluruh rangkaian acara. “Festival ini kami adakan untuk membangun sebuah ekosistem kolaborasi yang dapat membantu terbangunnya masa depan yang lebih baik. Kami mengajak berbagai pihak untuk berbagi dan menggali wawasan dengan para pemikir terbaik dari seluruh dunia, dan membuktikan bahwa bangsa kita bisa berinovasi dan bersaing dalam bidang teknologi yang masih baru ini” ujar Regi Wahyu, Chief Executive Officer Mediatrac.   Dimulai sejak 27 Agustus, festival diawali dengan Sci-Fi Hardware Hackathon yang berlangsung selama dua hari (27-28 Agustus 2016) di Gedung SMESCO dan Workshop yang diadakan pada 29 Agustus 2016. Hackathon ini diikuti oleh 375 peserta dari berbagai macam profesi seperti, fashion designer, pelajar, mahasiswa bahkan satu keluarga. Rentang umur peserta juga cukup beragam dari usia 5 tahun hingga 40 tahun. Tema dari kompetisi ini sendiri bertujuan untuk menggali potensi serta imajinasi mereka untuk menciptakan teknologi nyata yang terinspirasi dari fiksi ilmiah. BigData Pada 30 Agustus 2016 berlangsung student session yang diadakan secara gratis atas kerjasama Mediatrac dengan @america, dan Konferensi yang menjadi acara utama dari festival ini. Ajang yang akan menjadi penutup festival ini adalah Tech-Art Exhibition yang dibuka untuk umum mulai tanggal 31 Agustus – 6 September 2016. Pameran yang memadukan data, teknologi dan seni ini menampilkan karya dari Mioon (Korea), Hysteria (Indonesia), Angki Purbandono (Indonesia), House of Natural Fiber (Indonesia), Angelica Dass (Brazil) dan Sey Min (Korea) yang merupakan salah satu pembicara di konferensi. Dimulai sejak 27 Agustus, festival diawali dengan Sci-Fi Hardware Hackathon yang berlangsung selama dua hari (27-28 Agustus 2016) di Gedung SMESCO dan Workshop yang diadakan pada 29 Agustus 2016. Hackathon ini diikuti oleh 375 peserta dari berbagai macam profesi seperti, fashion designer, pelajar, mahasiswa bahkan satu keluarga. Rentang umur peserta juga cukup beragam dari usia 5 tahun hingga 40 tahun. Tema dari kompetisi ini sendiri bertujuan untuk menggali potensi serta imajinasi mereka untuk menciptakan teknologi nyata yang terinspirasi dari fiksi ilmiah. Pada 30 Agustus 2016 berlangsung student session yang diadakan secara gratis atas kerjasama Mediatrac dengan @america, dan Konferensi yang menjadi acara utama dari festival ini. Ajang yang akan menjadi penutup festival ini adalah Tech-Art Exhibition yang dibuka untuk umum mulai tanggal 31 Agustus – 6 September 2016. Pameran yang memadukan data, teknologi dan seni ini menampilkan karya dari Mioon (Korea), Hysteria (Indonesia), Angki Purbandono (Indonesia), House of Natural Fiber (Indonesia), Angelica Dass (Brazil) dan Sey Min (Korea) yang merupakan salah satu pembicara di konferensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Bango Bercerita tentang Tongseng

Menjelang Idul Adha 1437H, Bango semakin menegaskan fuctional benefit-nya sebagai pelestari warisan kuliner Nusantara. Setelah sebelumnya aktif mendorong pamor masakan...

Close