Mendorong Segmen Muda Berinovasi di Program "Kino Youth Innovator Award"

Program "Kino Youth Innovator Award" (KYIA) memasuki fase puncak, tepat pada penghujung Agustus 2017 ini. Setelah sebelumnya melalui rangkaian roadshow di lima kampus di indonesia sebagai babak penyeleksian yang dimulai pada Februari hingga Mei 2017. Kino Youth Innovator Award sendiri merupakan wadah untuk menampung inovasi anak muda Indonesia sekaligus menjadi ajang kompetisi ide-ide inovatif yang digagas oleh PT Kino Indonesia, Tbk (Kino).

Digelarnya program tersebut, dijelaskan Direktur Marketing PT Kino Indonesia Tbk. Budi Susanto, berlatar belakang dari semangat inovasi yang telah dilakukan oleh Kino dalam setiap proses kerjanya. "Program ini bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar berani berinovasi dan menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi Indonesia. Program ini diadakan sebagai kompetisi tahunan yang diikuti oleh mahasiswa berbagai univeritas di Indonesia," tegasnya. Hasilnya, ada 204 proposal yang masuk yang berasal dari 35 universitas yang ada di Indonesia. Dari proposal yang terkumpul, lanjut Budi, kemudian diseleksi 10 proposal untuk maju ke babak Grand Final. Akhirnya, program ini dimenangkan oleh perwakilan dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Kami sangat puas akan keseluruhan proposal yang masuk di Kino Youth Innovator Award tahun 2017 ini. Ide-ide yang diajukan sangat berkualitas, inovatif, dan out of the box. Adapun proposal inovasi yang masuk terdiri dari 60% produk inovasi di kategori food and beverages, 16% produk personal care, 14% produk herbal dan pharma, dan 10% kategori house hold dan lain-lain," jelasnya. Sesuai dengan tema KYIA 2017, yaitu Advancing Indonesia Through Local Heritage, 204 proposal tersebut menggunakan bahan- bahan lokal, seperti misalnya tumbuh-tumbuhanan asli Indonesia. Bahan- bahan lokal tersebut diinovasikan dan diolah menjadi produk siap pakai yang dapat bersaing, bahkan dengan produk-produk import. “Hal ini jelas menunjukkan dua hal, yaitu Indonesia yang kaya akan bahan alam serta bukti nyata bahwa anak muda Indonesia inovatif serta memiliki daya saing tinggi,” yakin Budi. Sementara itu, ksepuluh finalis terpilih kemudian dikarantina dalam Kinovation Camp, sebuah program dimana para finalis akan mengikuti dua rangkaian besar acara, yaitu pembekalan inovasi dan final defense challenge. Kinovation Camp ini diadakan selama 3 hari, yaitu 23- 25 Agustus 2017, di Tretes, Pasuruan. Pada sesi final defense challenge, finalis harus mempresentasikan dan mempertahankan ide inovasinya di hadapan para juri yang berpengalaman, yaitu Dr. Mamat Rahmat, S.Si, M.Si, yang menguji dari sudut pandang ilmiah atau scientific; Herlina, S.Si, MM, penguji dari sisi product development; serta Benny Kurniawan, S.Kom, MBA yang menguji dari sisi marketing dan kesiapan produk di pasar. Adapun pada tahapan ini, penilaian juri terdiri dari beberapa aspek yaitu Originality dengan bobot 20%, dimana inovasi yang disampaikan belum ada di pasar atau memiliki diferensiasi yang tinggi dengan produk sejenis di pasaran; Effectiveness dan problem solving dengan bobot 35%, yaitu bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat serta efektif menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat secara luas; Feasibility dan Sustainability dengan bobot 30%, adalah bagaimana produk inovasi dapat bertahan dan berkesinambungan; serta Presentation values dengan bobot 15% adalah bagaimana peserta menyampaikan idenya dengan menarik.

"Sedangkan pada sesi pembekalan, para finalis mendapatkan pemaparan mengenai tahapan lanjutan setelah berinovasi. “Karena inovasi bukanlah titik akhir. Selanjutnya, seorang inovator harus mengerti benar bahwa keberhasilannya bergantung pada bagaimana ia dapat menyampaikan ide inovasi tersebut ke pasar, ide strategis menjawab setiap tantangan dan persaingan serta bagaimana agar inovasi tersebut bertahan lama di pasar,” tutup Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Tambah Investasi Rp 69 Miliar, GSK Bangun Pabrik Sensodyne

Awal September 2017 ini, GlaxoSmithKline Consumer Healthcare (GSK) menambah investasi di Indonesia senilai 4 juta Poundsterling atau sekitar Rp 69...

Close