Tetra Pak dan FSC Kampanyekan Penggunaan Kemasan Bersertifikasi FSC

Pengelolaan hutan secara bertanggung jawab merupakan salah satu concern Tetra Pak Indonesia dalam melangsungkan bisnisnya. Oleh karena itu, produk kemasan yang diproduksi oleh Tetra Pak pun didominasi dengan kemasan yang bersertifikasi FSC (Forest Stewardship Council). Melalui sertifikasi itu, artinya bahan baku kertas yang digunakan Tetra Pak berasal dari hutan yang dikelola secara bijak dan bertanggung jawab. img_20160930_53910 Wujud komitmen Tetra Pak rupanya tak hanya pada penggunaan bahan baku yang bersertifikasi. Namun, Tetra Pak juga berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat Indonesia serta para pelaku bisnis--yang notabene pelanggan Tetra Pak--untuk mengkonsumsi produk yang kemasannya memiliki lambang FSC. Paolo Maggi, Managing Director Tetra Pak Indonesia, mengatakan, “Sebagai perusahaan yang memiliki perhatian besar terhadap lingkungan hidup, sangat perlu rasanya kami untuk terus secara berkelanjutan dan aktif memberikan informasi terkait pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, yang dilambangkan oleh sertifikasi FSC. Hal ini sangat penting bagi kami, karena sebagian besar kemasan Tetra Pak terbuat dari kertas yang berasal dari pohon, sebuah sumber daya alam terbarukan.” Salah satu upaya edukasi yang dilakukan Tetra Pak adalah dengan menggelar program "Indonesia Leadership Forum 2016" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Program yang dikemas berupa talk show itu mengangkat tema “Mendorong Penggunaan Produk Bersertifikat dari Hutan yang Dikelola Secara Bertanggung Jawab”. Pada kesempatan itu, hadir sebagai pembicara dari Tetra Pak Indonesia, Forest Stewardship Council® (FSC®), WWF Indonesia, dan Perwakilan dari PT Graha Kerindo Utama sebagai produsen tissue dengan brand Tessa yang merupakan salah satu grup Kompas Gramedia. Sebagai mitra FSC di tingkat global dan lokal, pada talkshow tersebut Tetra Pak memperkenalkan kepada pelanggannya sistem sertifikasi FSC yang dapat melindungi hutan sekaligus memberi nilai tambah pada bisnis. Selain itu, disampaikan pula tentang manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial kepada kalangan bisnis di Indonesia, terutama pengguna produk-produk berbasis kertas seperti kemasan karton, tisu kertas, dan lainnya. Termasuk, manfaat citra produk yang dapat diperoleh jika telah mencantumkan label FSC. Terbukti, Global Market Survey FSC 2014 mengungkapkan bahwa 82% pemegang sertifikat FSC mengaku nilai produknya bertambah dengan adanya sertifikat FSC, 85% menyatakan label FSC membantu mengkomunikasikan strategi CSR mereka kepada public, sedangkan 90% mendapatkan image yang positif dengan menggunakan label FSC. Tak heran, dengan keunggulan yang dimiliki FSC, menyebabkan perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500 beralih menggunakan sekaligus memproduksi produk berlabel FSC. Termasuk, menyatakan komitmennya terhadap FSC. Ditambahkan Mignonne Maramis Akiyama, Communications Senior Advisor Tetra Pak Indonesia, “Kami berharap dengan adanya acara ini, kami turut mendukung penggunaan sumber daya alam terbarukan yang tersertifikasi FSC sebagai wujud kepedulian Tetra Pak terhadap hutan-hutan di seluruh dunia.” Pada kesempatan yang sama, Hartono Prabowo selaku FSC Indonesia Representative, mengungkapkan bahwa FSC Indonesia perlu secara aktif memperkenalkan skema sertifikasi FSC bagi industri yang berkaitan dengan penggunaan hasil hutan. Hal itu untuk memastikan bahwa pengelolaan hutan dan proses produksi sudah tercatat ramah lingkungan, bertanggung jawab, berkelanjutan, dan dapat ditelusuri asal-usulnya. "Target pengenalan sertifiksi FSC tidak hanya menyasar kepada produsen, tetapi perlu juga dilakukan edukasi kepada konsumen agar menggunakan produk-produk yang baik serta ramah lingkungan. Mengingat, penduduk Indonesia yang telah mencapai 250 juta jiwa merupakan pasar yang besar dan berpotensi menjadi penyebab tidak langsung kerusakan dan kehilangan hutan, yang pada akhirnya mengganggu kelestarian hutan dan hasil hutan," ungkap Hartono. Dalam skema sertifikasi, lanjut Hartono, konsumen diberikan kemudahan dalam mengenali produk yang dimaksud. Sebab, setiap produk yang diproduksi oleh produsen dan telah mengantongi sertifikasi FSC, maka dapat memberikan label FSC di setiap kemasan produknya. Terkait upaya meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia akan produk yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab, kata Hartono, perlu adanya upaya kegiatan edukasi dan komunikasi kepada masyarakat. Untuk mengedukasi publik di Tanah Air, FSC Indonesia pun memanfaatkan momentum FSC Friday, yang merupakan bentuk perayaan tahunan produk ramah lingkungan dan bertanggung jawab yang biasa digelar secara serentak di seluruh dunia. Pada kesempatan itu, FSC Indonesia melakukan kampanye dan edukasi kepada konsumen secara lebih luas. Di Indonesia, acara FSC Friday 2016 digelar di Grand Indoesia Moulin Rouge – Skybridge Level 5 Jakarta, pada September ini. Berbagai macam kegiatan seperti pameran dari produk-produk ramah lingkungan, lomba mewarnai bagi anak-anak, story telling, talk show terkait hutan dan pohon, hingga penampilan musik dari musisi PASTO, dihadirkan di sana. “Kami berharap dengan perhelatan tahunan FSC Friday ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dalam format yang ringan dan mudah dicerna. Dengan demikian, masyarakat lebih mudah untuk memahami apa dan bagaimana memillih produk ramah lingkungan," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pasar Diapers Bertumbuh, Baby Happy dari Wings Makin Agresif

Jika tahun lalu hampir semua kategori produk mengalami perlambatan—bahkan, menyentuh titik minus—maka kategori diapers atau popok bayi justru makin moncer....

Close