2018, PP Properti Patok Marketing Sales Rp 3,8 Triliun

Sepanjang tahun 2017 lalu, salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia, PT PP Properti Tbk. (PPRO) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 444 miliar atau meningkat sebesar 21% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp 366 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh peningkatan marketing sales yang meningkat 21% menjadi sebesar Rp 3,01 triliun. Sementara tahun 2016, marketing sales PP Properti sebesar Rp 2,49 triliun.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, mengatakan bahwa marketing sales itu didukung oleh positifnya permintaan dari beberapa proyek PPRO, antara lain Grand Kamala lagoon (24%), Grand Shamaya (18%), Apartemen Begawan (9%), Grand Dharmahusada Lagoon (5%), Gunung Putri Square (5%), The Ayoma (4%) dan beberapa proyek realti serta proyek komersial lainnya.

“Marketing Sales yang naik 21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya juga menjadi bukti akan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap produk – produk PPRO,” ungkapnya di sela-sela RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada hari ini (17/4) di Jakarta.

Tahun ini, lanjut Taufik, PPRO akan fokus melakukan pengembangan landbank yang sudah ada, pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di lahan PT KAI, peningkatan pendapatan berulang (recurring income) melalui pembangunan hotel di Surabaya dan Lombok, serta pembangunan Mall di Surabaya.

“Target pencapaian laba di tahun 2018 sekitar Rp 528 miliar dengan sasaran marketing sales Rp 3,8 triliun. Dan, sampai dengan kwartal I 2018 ini, untuk marketing sales telah tercapai sekitar 20% dari target Rp 3,8 triliun. Kami yakin komitmen PPRO ke shareholders akan terpenuhi,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)