Awal 2016, Lima Kategori FMCG Ini Masih Minus

Mengawali tahun 2016, industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Indonesia rupanya masih dengan kinerja yang belum membaik. Data Kantar Worldpanel Indonesia mengungkapkan bahwa pada periode Desember 2015 hingga Februari 2016, lima kategori di industri FMCG mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan yang cukup signifikan terjadi pada value maupun volume. IMG_20160413_43703 Kelima kategori itu adalah Foods, Dairy, Beverages, Home Care, dan Personal Care. Di kategori Foods, penurunan (volume) mencapai -15,2% pada periode Desember 2015 hingga Februari 2016. Penurunan di kategori Foods tercatat yang tertinggi jika dibandingkan empat kategori lainnya. Padahal pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Foods hanya -5,5%. Kategori Dairy, terjadi juga penurunan sebesar -4,2% pada periode Desember 2015-Februari 2016. Sedangkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, penurunan Dairy hanya -3,6%. Lanjut ke kategori beverages, mengalami penurunan -6,3%. Padahal, periode Desember 2014-Februari 2015, kategori beverages masih tidak mengalami penurunan, namun juga tidak mengalami pertumbuhan. Memasuki kategori home care, pada periode Desember 2015-Februari 2016, penurunan mencapai -7,1%. Sebaliknya, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, kategori home care masih bertumbuh double digit, alias 11,2%. Adapun kategori personal care, turun hingga -7,5%. Meskipun pada periode Desember 2014 hingga Februari 2015 lalu, volume personal care masih tumbuh 5,3%. Yang menarik, di tengah penurunan kelima kategori FMCG itu, minuman yogurt justru mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi. Pada periode Desember 2015-Februari 2016, volume minuman yogurt sanggup tumbuh 55% (unit). Sementara itu, rata-rata volume per buyer (pembeli) naik 10% dan frekuensi pembelanjaan naik 14%.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Gilasan Perubahan: Kenapa Fujifilm Mampu Bertahan, sementara Kodak Bangkrut?

Awal Aptil lalu, Sebuah petisi online tiba-tiba muncul di Italia. Dalam hitungan hari, petisi itu telah ditandatangani lebih dari 20.000...

Close