Bagaimana Harian Kompas Tetap Eksis di Era Digital?

Marcomm Kompas/Edbert Leo

Juli tahun ini, Harian Kompas genap berusia 52 tahun. Sepanjang itu pula, Harian Kompas telah merekam jejak Indonesia dan “mengawal” perjalanan bangsa lintas generasi. Sejatinya, Harian Kompas lahir dari sebuah cita-cita, menjadi Amanat Hati Nurani Rakyat. Waktu berlalu, zaman pun kian berganti. Namun, semangat itu tak akan tergantikan dan lekang oleh waktu.

Menyongsong lima puluh tahun kedua, Harian Kompas ingin terus mengasah diri dan menjadi inspirasi. Media massa sejatinya tidak hanya mengambil posisi sebagai “medium” untuk menyampaikan sebuah informasi. Harian Kompas berusaha segenap hati untuk terus menjadi penunjuk arah bagi bangsa agar senantiasa memberi makna bagi Indonesia.

Hal ini tecermin dalam beberapa inisiatif yang dilakukan oleh Harian Kompas dalam perayaan hari jadinya. Salah satunya, memprakarsai penghargaan bagi Cendekiawan Berdedikasi. Tradisi penghargaan ini telah berlangsung sejak tahun 2008 silam. Frase Cendekiawan Berdedikasi Kompas pun tidak melulu ditujukan untuk kalangan akademisi. Tidak penulis produktif dan narasumber karyanya kerap terbit di Harian Kompas, tidak tetapi juga berasal di luar kelompok tersebut.

Setelah melalui proses penilaian satu tim dengan kata putus Jakob Oetama, penghargaan Cendekiawan Berdedikasi Kompas tahun ini disampaikan kepada H Adi Andojo Soetjipto (85), Sawitri Supardi Sadarjoen (74), dan J Kristiadi (71). Para Cendekiawan Berdedikasi Kompas 2017 diharapkan dapat terus memberi makna bagi sesama di kemudian hari dan menginspirasi generasi muda untuk ikut membangun bangsa Indonesia.

Berinovasi Mengiringi Perkembangan Zaman

Perkembangan zaman selalu menuntut sebuah perubahan yang tentu saja dibarengi dengan inovasi. Tanpa inovasi, brand berpotensi akan tenggelam, bahkan mati. Begitu juga dengan media cetak, yang notabene paling terkena dampak dari pergeseran perilaku konsumen di era digital seperti sekarang. Oleh karena itu, selama 5 dekade ini, Harian Kompas terus berusaha untuk tetap menjadi relevan di setiap zaman dengan melakukan berbagai inovasi.

Marcomm Kompas/Edbert Leo

Di awal tahun 2017, Harian Kompas melansir situs kompas.id, yang merupakan Harian Kompas yang disajikan dalam platform digital. Platform baru ini memungkinkan para pembaca dan penggemar Harian Kompas pun dapat mengikuti berita-berita khas Harian Kompas di mana saja dan kapan saja. Hadirnya kompas.id sebagai sebuah platform yang dinamis ini diharapkan dapat melengkapi kehadiran koran Harian Kompas di masyarakat.

Tidak hanya itu, kompas.id pun memiliki berbagai fitur-fitur andalan yang menarik untuk diikuti. Diantaranya ialah Reportase Langsung, Riset, Di Balik Berita, dan Tutur Visual. Ke empat fitur ini hadir dengan keunggulan dan keunikan masing-masing. Misalnya, fitur Reportase Langsung yang memungkinkan pembaca memantau detik demi detik sebuah kejadian yang dilaporkan eksklusif dari tempat kejadian oleh pewarta Harian Kompas. Laporan tersebut juga kerap dilengkapi oleh riset dan arsip-arsip pendukung, sehingga Reportase Langsung tersebut menjadi lebih komprehensif dan penting untuk diikuti.

Lain dengan Reportase Langsung yang bersifat hard news, fitur Di Balik Berita menyuguhkan berita-berita menarik seputar sepak terjang jurnalis dan pewarta foto dalam mengabarkan informasi khas Harian Kompas. Fitur andalan kompas.id lainnya Riset, yang merupakan rubrik berisi artikel-artikel dengan pendekatan jurnalistik presisi yang didisain dari hasil penelitian atau kajian untuk mengungkap fenomena sosial ekonomi yang sedang mengemuka atau menjadi isu pemberitaan. Fitur ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kaum akademisi, juga setiap pengambil keputusan dan pemangku kebijakan.

Pada fitur Tutur Visual, pembaca akan disuguhi paparan sebuah persoalan secara mendalam dengan pendekatan multimedia (dilengkapi foto, video, infografik, dan elemen multimedia lainnya). Fitur ini membantu pembaca untuk memahami sebuah persoalan dengan lebih komprehensif. Selain menyuguhkan informasi khas Harian Kompas dalam platform digital, kompas.id juga menyajikan fitur e-commerce, Gerai Kompas. Di sini, pengunjung kompas.id dapat membeli paket berlangganan, merchandise hingga membeli tiket masuk beberapa event yang diorganisir oleh Harian Kompas maupun partner penyelenggara.

Sejak terbit tahun 1965, Harian Kompas telah setia memberi makna bagi Indonesia. Tak sekadar menyajikan berita, tapi juga turut memetakan berbagai persoalan, mendorong jalan keluar, dan mengawal perjalanan bangsa Indonesia menuju cita-cita sebagai bangsa yang maju, sejahtera, cerdas, damai, dan toleran. Semangat untuk memberi makna ini diharapkan akan terus menyala untuk melangkah di lima puluh tahun kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)