Begini Gairah Belanja Iklan Telekomunikasi dalam Lima Tahun Terakhir

Sepanjang semester pertama 2016, total belanja iklan nasional mampu mencapai angka Rp 67,7 triliun. Itu artinya, tumbuh sebesar 18% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 57,3 triliun. Demikian data yang baru saja dirilis Nielsen pada hari ini (18/8). IMG_20160818_45976 Belanja iklan nasional yang pertumbuhannya cukup siginifkan tersebut memang masih dikontribusi oleh pertumbuhan dari belanja iklan TV. Pada kuartal kedua (Q2) 2016, belanja iklan TV mengalami lonjakan sebesar 77%. Sementara itu, koran dan majalah—meskipun tidak minus—pertumbuhannya tercatat sangat tipis, yakni masing-masing 22% (untuk koran) dan 1% (untuk majalah). Yang menarik dicermati pada belanja iklan nasional kali ini adalah perang kampanye komunikasi merek-merek telekomunikasi di TV dan cetak. Dalam lima tahun terakhir, belanja iklan produk telekomunikasi tercatat masih cukup tinggi, meskipun terus menyusut tipis. Jika pada tahun 2012 belanja iklan produk telekomunikasi mencapai Rp 4,8 triliun, maka di 2013 belanja iklan menyusut menjadi Rp 4,3 triliun. Tahun berikutnya, 2014, belanja iklan produk telekomunikasi sempat tumbuh menjadi Rp 5 triliun. Namun, pada 2015, belanja iklan telekomunikasi kembali melorot menjadi Rp 4,3 triliun. Selanjutnya, sepanjang semester pertama 2016 ini, belanja iklan telekomunikasi mencapai Rp 2,5 triliun. Dari total belanja iklan Rp 2,5 triliun itu, 82%-nya dibelanjakan di media televisi. Hal menarik lainnya yang patut dicermati dari belanja iklan telekomunikasi adalah kategori yang dikampanyekan atau dikomunikasikan. Dalam lima tahun terakhir, belanja iklan untuk produk sim card terus melorot. Jika pada tahun 2012 belanja iklan untuk kategori sim card masih di angka Rp 3,3 triliun, maka tahun 2013 nilainya turun menjadi Rp 2,8 triliun. Kemudian, belanja iklan sim card kembali melorot pada 2014, menjadi Rp 2,1 triliun dan Rp 1,8 triliun di 2015. Pada semester pertama 2016 ini, belanja ikla kategori sim card baru mencapai Rp 1 triliun. Sebaliknya, kategori internet service atau mobile wifi, belanja iklannya terus melonjak dalam lima tahun terakhir ini. Jika pada 2012 belanja iklan internet service atau mobile wife mencapai Rp 0,2 triliun an 2013 mencapai Rp 0,1 triliun, maka seiring dengan hype digital--termasuk e-commerce--pada tahub 2014 belanja iklan internet service atau mobile wifi mencapai Rp 0,7 triliun. Tahun 2015, angkanya sempat turun menjadi Rp 0,6 triliun. Memasuki semester pertama 2016, belanja iklan di kategori tersebut malah sudah menembus Rp 0,5 triliun. Adapun konten atau pesan komunikasi yang disajikan pada kategori sim card selama empat tahun terakhir (2011-2014) adalah paket blackberry, nada sambung pribadi, hingga telepon dan SMS murah. Pada 2012 hingga 2015, kampanye tentang bundling sim card dengan handphone, jaringan 3G, serta paket data internet tercatat massif. Selanjutnya, 2014 hingga saat ini, pesan kampanye 4G LTE- dan internet cepat-lah yang terhitung massif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)