Bidik Kaum Pria, QNET Luncurkan Defy

Setelah sukses memasarkan produk kesehatan dan kebugaran merek Edg3 di Indonesia pada tahun 2016, QNET selaku perusahaan penjualan langsung (direct selling) terkemukan di Asia, kembali menggarap pasar perawatan kulit di Tanah Air dengan meluncurkan Defy.

CEO QNET Trevor Kuno menjelaskan, Defy merupakan produk perawatan kulit wajah untuk pria berusia 25 tahun ke atas, terutama pria yang memiliki aktivitas di luar ruangan sehingga rentan terhadap polusi dan sinar matahari. “Kami mengajak semua pria di dunia, bukan hanya di Indonesia untuk “Man Up” dan lebih merawat kesehatan wajah,” ujarnya dalam acara peluncuran Defy di Hotel Sahid Jakarta, Senin (27/11).

Produk Defy terdiri dari Dirt Fighter dan Youth Tonic yang dikembangkan oleh produsen perawatan kulit asal Perancis. Dalam kesempatan itu, pihaknya mengenalkan penjaga gawang Persija Andritany Ardiyasa selaku brand ambassador Defy.

Defy merupakan bagian dari kampanye Absolute Living QNET. Ini merupakan inisiatif untuk mempromosikan pentingnya hidup sehat. Tujuan dari Absolute Living adalah bahwa setiap produk QNET memberi semua orang kesempatan untuk meningkatkan gaya hidup mereka lebih holistik dan sehat,” papar Kuna.

Disinggng soal peluang pasar di Indonesia, ia optimis Defy akan diserap pasar. Habit para pria urban di Tanah Air mulai memiliki perhatian terhadap perawatan kulit wajah untuk menunjang penampilan, di samping kulit sehat. Optimisme ini juga didukung oleh diferensiasi produk yang aman dipakai karena tidak memiliki kandungan bahan-bahan klimia.

Defy Dirt Fighter membantu membersihkan kulit, mengurangi noda hitam di wajah, mengurangi kerutan hingga 17% hanya dalam waktu 25 hari. Sedangkan Defy Youth Tonic berkhasiat menghaluskan, melembabkan, serta membuat kulit wajah lebih cemerlang.

Kami menargetkan penjualan Defy di tahun pertama di market Indonesia akan growth 10%-12%,” katanya. Selain Jakarta, Defy akan hadir di kota besar seperti Bali, Bandung, dan Surabaya.

Upaya edukasi produk dilakukan melalui word of mouth. Caranya dengan menerjukan para tenaga pemasar – istilahnya independent represenative – untuk menggaet konsumen dengan cara presentasi produk di kalangan karyawan perusahaan, kampus, hingga komunitas yang menjadi target konsumen Defy.

Kami memang fokus direct selling daripada retail. Dengan direct selling, kami bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan merekrut mereka menjadi independent representative Defy,” tandas Trevor Kuna. (*)

Tags:
Defy QNET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Martell Gelar Pameran “ArtXFashion”

Seni memang sudah menjadi bagian dari DNA Martell. Setidaknya, ada tiga DNA yang dimiliki brand Martell. Ketiganya adalah Art of...

Close