Bisnis Hotel Berubah - Yang Tradisional akan Fokus pada Hotel Mewah

5-ROYALTON-HOTEL_2007 Saat ini hotel atau hostel bukan satu-satunya pilihan bagi yang mereka sering bepergian, wisatawan, nomaden atau backpackers. Perusahaan inovatif seperti Airbnb telah mengubah industri perhotelan melalui pemanfaatan kebangkitan ekonomi berbagi dan teknologi mobile untuk memberikan pilihan yang tidak lazim bagi siapa pun yang mencari tempat bersantai, menginap dan tempat tidur yang nyaman. Airbnb menekankan kenyamanan dan pendekatan yang berfokus pada konsumen. Dengan aplikasi Airbnb membantu mempertemukan pemilik rumah dan wisatawan secara online dan mobile, bertemu antarmuka antar pengguna secara online, dan tidak ada batasan atau larangan sebagaimana terjadi pada model layanan hotel tradisional. Airbnb merupakan perusahaan yang mengajukan jawaban atas pertanyaan secara tepat tentang apa yang selama bertahun-tahun dicari konsumen di industri perhotelan. Jawabannya adalah fleksibilitas dan kesederhanaan. Pengguna Airbnb memiliki tingkat fleksibilitas yang jauh lebih besar dibandingkan bila mereka dihadapkan pada pilihan apakah perjalanan internasional maupun domestic. Mereka dapat memutuskan secara persis tempat dan jenis akomodasi yang mereka inginkan. Pada gilirannya, pemilik rumah memiliki pilihan baru untuk menyewakan properti mereka. Perusahaan sejenis, seperti VRBO, juga membuat splash di industri di pasar tertentu - tapi seperti sebelum-sebelumnya, perkembngan mereka tidak seperti Airbnb yang dengan cepat berubah imagenya menjadi sebuah nama rumah tangga seluruh dunia. Dan Berger, CEO of Social Tables, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak untuk pertemuan, meramalkan bahwa dimasa mendatang sebagaian besar hotel membidik pasar dan kelompok mewah, sementara untuk segmen bisnis dan liburan wisata bermigrasi ke kamar-berbagi seperti Airbnb. Dalam beberapa tahun terakhir permintaan global untuk ruang pertemuan jarak jauh perusahaanmeningkat karena kenaikan biaya perjalanan pekerja dan freelancer kontrak perusahaan. Pada saat yang sama, ruang rapat hotel kelas atas sering tidak dimanfaatkan untuk acara kecil. Kini, jaringan hotel besar mencoba menjembatani kesenjangan antara permintaan ruang pertemuan jangka pendek dan ruang pertemuan yang kosong dengan mengembangkan layanan bermerek. Hilton misalnya meluncurkan Meetings Simplified; Marriott menciptakan Workspace on Demand dan menjalin kemitraan dengan LiquidSpace, dan Westin menawarkan Tangent, ruang telekonferensi all-in-one. Sementara itu, Bizly menargetkan pengguna dan perencana perusahaan yang tertarik pada gaya hidup lebih berorientasi pengalaman pertemuan dengan harga diskon besar-besaran. "Secara eksklusif kami fokus pada hotel kelas atas dengan pengalaman hebat dan layanan besar untuk pasar enterprise," kata Ron Shah, CEO Bizly. "Banyak orang yang tidak pernah mengadakan pertemuan di ruang pertemuan di sebuah hotel mewah. Jadi ada sedikit kurva belajar di pasar, tapi kami pikir kami hanya perlu untuk mendapatkan orang untuk mencobanya sekali saja untuk memahami nilai dari produk yang kami tawarkan. " Mark Woodworth, presiden PKF Hospitality Consulting, sepakat bahwa pengusaha akomodasi-berbagi merupakan ancaman nyata bagi hotel tradisional. Woodworth mengatakan bahwa di beberapa pasar persentase yang signifikan dari akomodasi Airbnb sudah dioperasikan oleh sejumlah manajer professional. Mereka mendapatkan penghasilan jauh lebih tinggi daripada hotel tradisional lain. "Ada host yang menggunakan alat-alat seperti pengelolaan hasil sebegitu canggihnya sehingga tidak kalah oleh perusahaan hotel," katanya. Hotel tradisional tidak bisa berharap Airbnb pergi, kata CEO Skift Rafat Ali. "Tetapi ada penolakan massa yang terjadi di antara para pemimpin di bisnis penginapan. Airbnb tidak akan mengubah bisnis hotel seperti Uber di industri taksi, tetapi mungkin saluran distribusi besar berikutnya, menggantikan OTAs.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Simpati Jadi ‘Official Telco Partner’ AADC2

Di penghujung April 2016 sekaligus menjelang pemutaran film layar lebar 'Ada Apa Dengan Cinta 2', Telkomsel melalui salah satu brand-nya,...

Close