Carmudi Makin Agresif Garap Pasar Otomotif

Era digital mengubah karakter dan perilaku konsumen dalam bertransaksi berbagai produk. Di ranah otomotif misalnya, kegiatan transaksi jual beli kendaraan yang semula secara offline, sekarang dilakukan secara online. Peluang ini ditangkap carmudi.co.id, situs jual beli mobil dan motor bekas yang telah hadir di Tanah Air sejak 2013. “Sekitar 70% jual-beli kendaraan di Indonesia dilakukan secara online. Jadi, pasarnya sangat potensial,” ujar Rafael Jeffry Anwar Sani, CEO carmudi.co.id.

Diakui Rafael, persaingan bisnis di kategori ini sangat ketat. Upaya menghadapi persaingan dilakukan carmudi.co.id dengan menerapkan strategi marketing berbeda dengan kompetitor seperti mobil123.com, yaitu dalam segmentasi konsumen.

Carmudi membidik segmen korporat seperti dealer kendaraan dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Pada produk, Carmudi lebih banyak menawarkan kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV), baik mobil baru maupun bekas (second). Alokasi MPV ini sekitar 80% dari total mobil yang ditawarkan. Sementara motor, sekitar 20% dari total kendaraan yang ada di situsnya.

Untuk meng-cover pasar di Tanah Air, Carmudi memiliki bursa mobil bekas yang ada di tujuh kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Dijelaskannya, keberadaan bursa mobil merupakan impelementasi dari strategi online to offline, yakni konsumen yang ingin membeli mobil bekas secara online dapat melihat langsung mobil yang ditaksirnya di bursa Carmudi (offline).

Strategi lainnya adalah menciptakan ekosistem pasar otomotif yang terintegrasi agar bisnis Carmudi makin berkembang. Menciptakan ekosistem dilakukan dengan merangkul berbagai komunitas mobil dan motor serta kerjasama saling menguntungkan dengan jaringan dealer dan ATPM secara online.

“Kami juga akan meningkatkan kerjasama dengan pihak asuransi dan finance,” ujar Jeffry, sapaan akrab Rafael Jeffry. Kolaborasi dengan komunitas yang diwujudkan melalui event otomotif, maupun dengan dealer dan ATPM melalui kehadiran bursa mobil bekas, diharapkan dapat mendongkrak branding dan awareness Carmudi, imbuhnya.

Bahkan, Jeffry yang dikenal dekat dengan anggota komunitas mobil dan motor, memanfaatkan event balapan (racing) untuk mengedukasi Carmudi agar tercipta word of mouth di kalangan komunitas. Termasuk pula menjalankan strategi promosi melalui mobile ad di media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube, Google, media konvensional radio, poster di sejumlah tempat keramaian dan angkutan umum, serta hadir di event otmotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Serpong, Banten, baru-baru ini.

Disinggung soal kinerja, saat ini total iklan penawaran kendaraan yang dijual (listing) di Carmudi mencapai 60 ribu per bulan, dengan pertumbuhan listing rata-rata 35 ribu setiap bulannya. Sedangkan pengunjung situs dalam sebulan mencapai lebih dari 3 juta user. “Kami pastikan, dua bulan sekali terjadi listing baru. Dalam arti, mereka yang listing di Carmudi.co.id, produknya akan terjual,” papar Jeffry, yang juga pehobi balapan Vespa dan touring.

Kinerja Carmudi secara finansial, diakui masih relatif kecil, yakni double digit miliar rupiah setahun. Pendapatan ini salah satunya diperoleh dari biaya listing pengiklan sebesar Rp1,5 juta per bulan. Ia optimis, bisnis Carmudi ke depan makin berkembang.

“Target saya menciptakan Carmudi sebagai platform yang mewadahi ekosistem otomotif di Indonesia. Tidak hanya mobil atau motor tapi juga semua bidang yang terkait dengan otomotif seperti multi finance, aksesori kendaraan, spare part dan sebagainya,” tandas Jeffry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Kemenpar Gaet 28 Perusahan Lokal Promosikan WI/PI

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng 28 perusahaan lokal untuk mempromosikan wisata di Tanah Air ke ranah global. Kolaborasi branding (co-branding) partnership...

Close