Catat Pertumbuhan di Semester Pertama 2016, Ini Kunci Sukses Unilever

unilever ok

Pada semester pertama 2016, kinerja PT Unilever Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan. Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan bersih Unilever mencapai 10,3% (YoY) pada semester pertama 2016. Itu artinya, total penjualan bersih Unilever mencapai Rp 20,7 triliun pada semester pertama 2016. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan segmen Home dan Personal Care sebesar 8,4% serta Foods dan Refreshment sebesar 14,5%.

Dikatakan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi, “Kami bersyukur  bahwa Unilever Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnis kami yang  positif di semester pertama 2016. Salah satu kunci sukses keberhasilan bisnis Unilever Indonesia adalah komitmen kami dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan.”

Sejatinya, menurut Hemant, hal itu sejalan dengan strategi bisnis Unilever secara global, yang dinamakan Unilever Sustainable Living Plan (USLP). “Kami memiliki komitmen besar dalam menjalankan praktik keberlanjutan di seluruh lini operasi bisnis kami, baik di  sisi operasional, inovasi, brand, maupun dalam filosofi kami dalam berbisnis. Hal itu sangat membantu kami dalam menumbuhkan bisnis, menekan biaya, dan memperkecil risiko serta meningkatkan kepercayaan,” tegasnya.

Sustainable Living Plan, ditambahkannya, merupakan skema untuk mencapai visi Unilever dalam menumbuhkan bisnis seraya mengurangi setengah dari dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Termasuk, meningkatkan manfaat sosialnya di masyarakat.

“USLP membuat kami menjadi tahan banting di tengah keadaan dunia yang tidak menentu. Strategi ini membantu kami mempertahankan pertumbuhan, top line dan bottom line,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Inilah Daftar Tingkat Kepuasan Karyawan di Lima Industri

Ada banyak faktor yang menyebabkan karyawan tidak puas hingga memutuskan untuk mengundurkan dari perusahaan. Di antaranya, remunerasi, hubungan dengan rekan...

Close