Cotton USA Gelar Kompetisi Desain Fesyen untuk Pelajar

Didukung Cotton Council International (CCI)—asosiasi dagang non-profit yang mempromosikan serat kapas Amerika dan produk manufaktur dari kapas seluruh dunia dengan menggunakan merek Cotton USA—, Cotton USA menyelenggarakan kompetisi untuk para pelajar di tiga sekolah design fashion di Indonesia. Bertemakan “Daily Me With Cotton USA School Competition”, kompetisi ini bertujuan untuk menginspirasi dan mendukung para pelajar dalam mengembangkan kualitas industri pakaian sehari-hari di Indonesia.

Cotton USA

Penyelenggara dan pemenang “Daily Me With Cotton USA School Competition”.

Sebanyak 20 kontestan dari Instituto Moda Burgo Indonesia, LaSalle College Jakarta, dan BINUS Northumbria School of Design, mengikuti kompetisi perdana yang diselenggarakan oleh Cotton USA di Indonesia. Mereka ditantang untuk menunjukkan rancangan yang paling kreatif dan inovatif untuk kategori pakaian sehari-hari.

Kamis (27/7), hasil desain para peserta kompetisi untuk kategori fesyen anak-anak, remaja, dan dewasa, dipertunjukkan di depan dewan juri. Acara ini diselenggarakan di Fable, SCBD, Jakarta.

“Melalui kompetisi ini, kami berharap untuk menginspirasi pelajar design fashion di Indonesia mengenai pentingnya memiliki pengetahuan yang baik tentang bahan. Di waktu yang sama juga meningkatkan pengertian mereka akan kapas berkualitas tinggi yang di produksi dari Amerika,” kata Andy Do, konsultan/perwakilan dari CCI.

Kapas yang diproduksi dari Amerika sudah dipakai dalam pembuatan kain yang telah digunakan secara luas untuk produksi garmen yang dijual di Indonesia dan dunia oleh banyak merek fesyen internasional, seperti Levis, GAP, Zara, H&M, Ralph Lauren, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
KAMPANYE “INTERNET BAIK” TELKOMSEL

Best of the Best Social Campaign Indonesia’s Best Corporate Social Initiative 2017 Ada tiga faktor kunci yang mendorong terjadinya perubahan...

Close