Disebut Segmen Kunci, Bagaimana Kebiasaan Wanita Indonesia Saat Berbelanja Online?

Wanita menjadi segmen kunci bagi industri e-Commerce. Mengapa? Karena, para pembelanja online hampir didominasi oleh segmen wanita. MatahariMall.com sebagai salah satu e-Commerce lokal di Tanah Air misalnya, memiliki pelanggan wanita yang jauh lebih banyak dibandingkan pria. Merujuk hasil riset yang dilakukan MatahariMall.com, segmen wanita yang berbelanja online paling banyak berada di rentang usia 18-35 tahun. Jika wanita millennial usia 18-25 tahun mencapai 29%-nya, maka ibu-ibu muda (26-35 tahun) yang berbelanja online mencapai 36%. Selanjutnya, wanita di atas usia 35 tahun, jumlahnya mencapai 19%; dan jumlah wanita bekerja (26-35 tahun) mencapai 13%.

Demikian dipaparkan CEO MatahariMall.com Hadi Wenas, pada hari ini (15/11) di Jakarta. Menurutnya, MatahariMall.com menggelar survey terhadap 1.000 responden wanita di enam kota, yakni Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta. Temuan lainnya yang terungkap dari survey tersebut adalah kegemaran segmen wanita yang lebih window shopping dibandingkan pria. Terbukti, saat mengunjungi situs belanja online, wabuta melakukan browsing 1,5 kali lebih lama dibandingkan pria dan membuka 1,7 halaman lebih banyak dibandingkan pria.

Lantas, apa yang paling sering wanita cari di situs belanja online? Hasilnya, fashion merupakan kategori yang paling banyak dicari oleh segmen wanita. Dari sesi pencarian di situs belanja online, 70,4%-nya yang mereka browsing adalah fashion. Selanjutnya, disusul oleh produk elektronik (16,56%) dan lifestyle (2,59%).

Usai mereka mencari atau mem-browsing produk yang mereka inginkan, ternyata 50% wanita memilih membeli produk fashion di situs belanja online. Dikatakan Hadi, yang menarik, wanita tidak hanya membeli produk fashion untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi juga untuk kepentingan suami, anak, maupun pacar. Terbukti, pembelian produk fashion untuk mereka sendiri mencapai 50%. Sisanya, 30% untuk membeli produk fashion pria dan 15% untuk membeli produk fashion anak.

Selanjutnya, pembelian produk lifestyle yang mencapai 25%, digunakan wantia untuk membeli barang groseri seperti kebutuhan rumah tangga (50%), produk home & living 30%, dan health & beauty (20%). Adapun 15% sisanya, wanita memilih berbelanja online untuk kategori produk elektronik.

Dalam berbelanja, lebih dari separuh wanita Indonesia (83,6%) mengaku tidah masalah jika harus beberlanja produk fashion di online maupun offline. “Yang terpeting bagi mereka adalah mendapatkan nilai yang terbaik dari produk fashion yang mereka beli. Adapun 16,4% wanita mengaku hanya membeli kebutuhan fashion mereka di salah satu platform saja, baik itu offline atau online,” lanjut Hadi.

Value terbaik yang segmen wanita inginkan di situs belanja online antara lain, diskon, pengiriman gratis, voucher tambahan, hingga point dan rewards. Sebanyak 79,7% wanita Indonesia misalnya, menyatakan bahwa mereka tertarik dengan adanya points dan reward yang dapat ditukarkan di banyak tempat, baik online maupun offline.

Berangkat dari fakta di atas, ditambahkan Hadi, hari ini (15/11), MatahariMall.com meluncurkan fitur Loyalty O2O (Online to Offline). “Fitur ini dapat langsung digunakan di berbagai merchants dan antar platform. Kami memang ingin memberikan keuntunga lebih untuk wanita Indonesia yang berbelanja online di MatahariMall.com,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa fitur Loyalty O2O adalah sebuah fitur di mana konsumen dapat memperoleh poin untuk setiap transaksinya. Poin tersebtu dapat ditukarkan bukan hanya dalam bentuk voucher bertransaksi online berikutnya, namun juga dapat digunakan di lebih dari 2.000 gerai offline Lippo Group di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Lotte Group Kembali Gelar Program Beasiswa

Komitmen Lotte Group terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan di tahun ini lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa Pemberian Beasiswa...

Close