Djarum Bangun Ikon Kretek untuk Kota Kudus

Dengan biaya lebih dari Rp 16 miliar, PT Djarum meneguhkan identitaa Kudus sebagai kota kretek melalui pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK). IMG-20160427-WA0001 Diresmikan pada 27 April 2017 malam, bangunan monumen gerbang masuk kota itu berada di kawasan Taman Tanggul Angin, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Monumen itu melambangkan kota asal dari rokok kretek yaitu Kudus. Oleh karena itu diberi nama Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK). Pekerjaan pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek dimulai 2 Januari 2014. Namun karena terkendala banjir, groundbreaking atau peletakan batu pertamanya baru dilaksanakan pada 22 April 2014. Proyek dinyatakan selesai pada 12 Juli 2015, dengan total masa pembangunan selama satu setengah tahun. Biaya total pembangunan monumen yang difasilitasi PT Djarum adalah sebesar Rp 16.125.000.000,- (Enam Belas Miliar Seratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Terletak di jalur Pantura, yang merupakan jalan nasional, GKKK diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Kretek. "Dengan bangunan gerbang yang futuristik, Kudus diharapkan bisa mengokohkan diri sebagai Kota Kretek," papar Purwono Nugroho, Senior Manager Public Affairs PT Djarum. Selama ini, jelas Purwono, jargon mengenai identitas kota kretek sempat memicu perdebatan di sejumlah kota di Indonesia. Kota-kota yang memiliki industri rokok besar saling meng-klaim sebagai kota pertama tempat munculnya produk rokok kretek. Gerbang Kudus Kota kretek memiliki filosofi dalam setiap unsur bangunannya. Bagian atas yang berbentuk daun tembakau dengan jumlah jari jari sebanyak 59 ruas, memiliki makna tersirat. Angka 5 sebagai lambang Rukun Islam, angka 9 memaknai Walisanga. Bagian bawah, berbentuk 4 tiang cengkeh yang menopang daun tembakau, sejatinya melambangkan 4 pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Perpaduan Bahan stainless steel dan beton dengan bentuk simetris menjadi simbol kekinian kota industri dan kekokohan religiusitas masyarakat dalam kehidupan yang penuh harmoni. Bangunan yang berada di sebelah timur Jembatan Tanggul Angin, atau perbatasan Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak ini dibuat dengan menggunakan pondasi tiang pancang. Sementara dinding, balok, dan kolomnya adalah beton bertulang. Berdiri di atas lahan seluas 1106 m², bentuk bangunan GKKK menyerupai daun tembakau yang memayungi sisi kiri dan kanan ruas jalan. Tinggi bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek adalah 12 meter dari permukaan jalan. Sementara bentang daun atau lebar gerbang adalah 21 meter. Sedangkan panjang daun adalah 48,75 meter. Di lokasi ini sebelumnya berdiri bangunan lama yakni replika Menara Kudus, yang telah lama menjadi ikon untuk menyambut pengendara yang memasuki wilayah Kudus. Sekitar awal tahun 2015, Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) sudah dibuka untuk umum dan mulai menampakkan kemegahannya. Banyak pengendara yang sengaja mengurangi kecepatan dan berhenti di pinggir jalan untuk melihat kemegahannya. Keberadaan GKKK diharapkan menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang ke Kabupaten Kudus.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
NIDA Rooms Makin Agresif di Bisnis Virtual Hotel Operator

Layanan berbasis aplikasi online yang tengah marak di Indonesia, kini tak hanya menjamur di sektor transportasi. Belakangan, sektor perhotelan tengah...

Close