Empat Peluang Digital Indonesia yang Tembus US$ 81 Miliar

Hasil riset yang dilakukan Google dan Temasek, yang dirilis Agustus ini, mengungkapkan empat fakta tentang seksinya pasar di Indonesia. Fakta pertama mengungkapkan bahwa peluang eCommerce Indonesia diperkirakan mencapai 52% dari ecommerce di Asia Tenggara pada jelang 2025. Hal itu didorong oleh populasi kelas menengah yang besar, peningkatan akses ke internet, dan pertumbuhan tier dua atau tiga kota di mana akses ke retail terbatas. Besar pasar diperkirakan tumbuh 39% per tahun, dari $1,7 miliar di 2015 menjadi $46 miliar di 2025. IMG_20160831_32108 Riset bertajuk "E-conomy SEA: Unlocking the $200 Billion Opportunity in Southeast Asia" itu juga mengungkap peluang industri travel online di Indonesia. Industri travel online di Indonesia diperkirakan menjadi pasar terbesar untuk hotel dan penerbangan di Asia Tenggara menjelang tahun 2025. Besar pasar diperkirakan bertumbuh 17% per tahunnya, dari $5 miliar di 2015 menjadi $24,5 miliar di 2025. Selanjutnya, peluang industri jasa transportasi online (online rides) di Indonesia diperkirakan menjadi pasar terbesar disebabkan jumlah populasi, yang mencapai 43% pasar Asia Tenggara menjelang 2025. Besar pasar diperkirakan berkembang menjadi 22% per tahun, yakni dari $800 juta di 2015 menjadi $5,6 miliar di 2025. Fakta keempat menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara paling aktif setelah Singapura untuk kegiatan Venture Capital. Terutama, dalam hal jumlah transaksi. Sekitar 8% dari semua transaksi telah menerima funding Series A+. Hal itu nyaris serupa dengan Singapura yang sebesar 29% Dengan semua potensi itu tak mengherankan jika belanja iklan digital yang dikeluarkan diproyeksikan akan berkembang. Yakni, dari $300 juta (atau 10% dari belanja total media) mencapai $2,7 miliar. Angka itu merupakan jumlah terbesar di Asia Tenggara — atau 40% dari belanja total media. Riset itu menyoroti juga bahwa Indonesia merupakan tempat yang menarik untuk memulai startup. Ya, Indonesia sudah menjadi tuan rumah terbesar dengan 2.033 startup, alias lebih besar dari Singapura dengan jumlah 1.850 stratup. Sementara itu, total jumlah startup di Asia Tenggara mencapai 7.000 startup. Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Pertumbuhan di Indonesia saat ini akan secara dramatis mengubah keadaan ekonomi 10 tahun ke depan. Peluangnya sangat besar, yakni $81 miliar. Saya yakin bahwa tantangan yang ada akan dapat diatasi, seperti yang dapat dilihat saat ini dengan adanya sejumlah perusahaan lokal yang berhasil melebarkan usahanya di wilayah ini. Di Google kami bertekad membant semua pelaku bisnis di Indonesia mencapai pelanggan baru dan mendunia," tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Apartemen di Bandung dan Surabaya Sangat Diminati

Jumlah pencari apartemen di Batam lebih tinggi daripada Semarang dan Denpasar. Sementara di Jakarta, apartemen di wilayah Jakarta Barat lebih...

Close