Genjot Penjualan di 2016, Begini Strategi Informa

Tahun 2015, hampir semua industri melesu, termasuk industri ritel furnitur. Di tengah industri yang kurang bersahabat, diakui Corporate Marketing Director Kawan Lama Nana Puspa Dewi, Informa (Kawan Lama Group) masih mengalami pertumbuhan. "Meski Informa tetap bertumbuh, namun memang pertumbuhan tahun 2015 lalu tidak sesuai dengan harapan kami," katanya. IMG_20160419_622 Menurunnya pertumbuhan penjualan produk furnitur salah satunya disebabkan oleh daya beli konsumen yang menurun. Oleh karena itu, guna menggenjot penjualan sekaligus memberikan solusi atau kesempatan kepada pelanggan yang memiliki bujet terbatas, Informa memutuskan menjalin kerja sama dengan perusahaan pembiayaan Home Credit Indonesia. "Jika selama ini transaksi atau pembayaran dilakukan dengan cara tunai atau kartu kredit, maka saat ini pelanggan memiliki pilihan untuk membeli dengan cara kredit. Untuk mendapatkan kredit, prosesnya sangat mudah dan cepat, paling lama 30 menit," ungkap Nana, yang menyebutkan kerja sama dengan Home Credit sudah dilakukan sejak 30 Desember 2015. Melalui kerja sama tersebut, pada 19 April - 1 Mei 2016 Informa menggelar promosi bunga 0% untuk pembayaran via Home Credit dengan nilai transaksi mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 25 juta. "Selain itu, kami juga menggelar promosi lain yang sangat gencar, seperti program Wow dengan diskon hingga 50 persen," lanjutnya. Diakui Nana, selain kemudahan pembayaran dan promo diskon, strategi lain yang dilancarkan Informa dalam meningkatkan penjualan adalah dengan meningkatkan pelayanan serta membuka toko baru. "Untuk peningkatan layanan, dalam waktu dekat, kami akan segera meluncurkan Mobile Apps Informa serta soft launching eCommerce Kawan Lama Group," ujar Nana yang enggan menyebutkan jumlah toko yang akan dibuka Informa di tahun 2016. Hasilnya, sejak pembayaran Home Credit diluncurkan, dari Januari ke Februari 2016, sales volume Informa tumbuh 100%. Sejatinya, dengan program bunga 0%, Nana berharap pertumbuhan di bulan April dan Mei 2016 jauh lebih tinggi. Diungkapkan Jaroslav Gaisler, CEO Home Credit Indonesia, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial dan menjanjikan. "Dengan kerja sama bersama Informa, kami berharap dapat memperluas pasar kami di Indonesia," tegasnya. Lebih lanjut Gaisler menerangkan bahwa tahun 2016 Home Credit Indonesia mematok total pembiayaan Rp 1,5 triliun. "Selama ini, kontribusi pembiayaan memang masih besar dari kredit produk mobile phone dan gadget, yakni 65-70%. Sisanya, untuk pembiayaan alat rumah tangga, furnitur, dan elektronik. Namun, tahun 2016 ini kami ingin meningkatkan kontribusi pembiayaan furnitur dan elektronik hingga double. Antara lain, dengan bekerja sama dengan Informa," tutupnya.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
The Clinic Beautylosophy Hadir di Bandung

Bisnis kecantikan selalu seksi bagi pelaku bisnis di Indonesia. Terbukti, di tengah daya beli konsumen yang menurun, setiap orang tetap...

Close