GINSI DKI Jakarta Akan Fokus pada Sosialisasi Regulasi dan Peningkatan Pelayanan

Nilai bisnis impor sepanjang Januari hingga Desember 2016, menurut data BPS, mencapai US$ 135,65 miliar. Nilai yang sangat menggiurkan tentunya bagi para pelaku bisnis berbasis produk impor. Sayangnya, tingginya nilai bisnis impor belum dibarengi dengan regulasi yang bersahabat serta pelayanan yang optimal bagi para importir.

Berangkat dari fakta itulah, Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) DKI Jakarta di bawah kepengurusan Capt. H. Subandi sebagai Ketua Umum BPD GINSI DKI Jakarta 2017-2022, akan fokus pada dua hal, yakni regulasi dan pelayanan kepada importir.

"Kami akan membantu para member GINSI DKI Jakarta yang saat ini berjumlah 700 perusahaan importir untuk mensosialisasikan regulasi pemerintah terkait impor. Antara lain, melalui workshop dan seminar. Untuk hal ini, kami juga akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam hal membuat regulasi terkait impor. Sebab, hingga kini, ada sejumlah regulasi yang belum berpihak kepada importir," jelas Subandi.

Terkait pelayanan, GINSI DKI Jakarta juga akan membantu memberikan pelayanan maksimal kepada para importir. "Baik di kementerian, lembaga, pelabuhan atau terminal, serta biaya, maka pelayanan kepada importir masih belum maksimal. Untuk itu, kami akan mencoba meningkatkan pelayanan yang sudah ada," lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ia dan tim pengurus akan menjadikan GINSI sebagai wadah importir nasional untuk wilayah DKI Jakarta yang memiliki keanggotaan yang lebih solid ke depannya.

"BPD GINSI DKI Jakarta adalah sebuah organisasi yang menjadi wadah bersatunya para importir nasional yang berlokasi di DKI Jakarta dan sekitarnya. Saat ini, tak kurang dari 10 ribuan perusahaan impor ada di DKI Jakarta. Sementara yang tergabung dalam GINSI DKI Jakarta barulah 700 perusahaan. Untuk itu, keberadaannya sangat penting mengingat semua produk dari luar negeri diimpor secara resmi oleh pengusaha-pengusaha yang bergabung menjadi anggota di GINSI," paparnya di sela-sela pengukuhan kepengurusan BPD GINSI DKI Jakarta pada hari ini (6/12) di Jakarta.

Dengan pengukuhan jajaran Badan Pengurus Daerah (BPD) DKI Jakarta yang baru, diharapkan Subandi, GINSI dapat lebih berperan dalam mengatur keanggotaannya. "Khususnya dalam hal edukasi dan pengimplementasian peraturan peraturan yang berlaku, sekaligus menjadi mitra dan kepanjangan tangan regulator," ucapnya.

Selain itu, GINSI DKI Jakarta juga mengimbau kepada para importir agar bekerja secara profesional dan mentaati segala regulasi yang ada. "Ke depannya, GINSI DKI Jakarta akan lebih sering melakukan sosialisasi kepada para importir yang tergabung dalam GINSI DKI Jakarta agar para anggota dapat meng-update dan meng-upgrade pengetahuan terkait perdagangan luar negeri terutama soal impor," lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Mengedukasi Segmen Millennial di Program “Sequis Talk”

Millennial memang menjadi segmen yang menjanjikan bagi hampir semua industri bisnis. Tanpa terkecuali, industri asuransi. Maklum saja, di Indonesia, persentase...

Close