Gulu-Gulu Siap Hadir di Indonesia

Produsen minuman berbasis teh terbesar di Taiwan, Sour Sally Group melakukan penetrasi pasar teh di Tanah Air dengan meluncurkan konsep gerai minuman terbaru Gulu-Gulu. Kehadirannya merupakan yang pertama di Indonesia dengan semua bahan baku teh dan keju (cheese) didatangkan langsung dari Taiwan.

Kami melihat peluang pasar di Indonesia sangat besar. Makanya, kami hadir dengan brand Gulu-Gulu dengan konsep gerai minuman,” ujar Founder dan CEO Sour Sally dan Gulu-Gulu Donny Pramoni Le, pada acara pre-lounch di booth Gulu-Gulu di ajang pameran SIAL Interfood Expo 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/11). Pameran berlangsung selama 22-25 November 2017.

Menurut Donny, dalam 20 tahun terakhir ini banyak jenis minuman franchise, seperti bubble tea dan milk tea yang sangat populer di Indonesia. Namun pada kesempatan ini Gulu Gulu ingin membawakan sebuah konsep minuman baru, The Next Big Thing, sebuah tren terbaru di Indonesia: Cheese Tea Drink!”

Gulu-Gulu adalah Taiwanese Cheese Tea yang merupakan teh dengan lapisan cheese foam pada bagian atasnya, membuat sensasi rasa segarnya teh dan gurihnya foam keju tercampur pada setiap tegukan. Sebelum hadir di Indonesia, pihaknya sempat melakukan riset konsumen di Indonesia terhadap rasa teh yang dicampur dengan keju. Dari hasil riset, ternyata konsumen di sini sangat menyukai.

Berdasarkan riset tersebut, kami mencoba menggarap pasar minuman teh di Indonesia, terutama di Jakarta sebagai awal. Kami optimis Gulu-Gulu akan direspon positif oleh konsumen karena memiliki diferensiasi produk yang berbeda dengan teh ada di pasar,” paparnya.

Dia menambahkan, konsep cheese tea ini memang sedang populer di dunia. Asalnya dari Taiwan kemudian menyebar ke China. Saat ini sudah ada di New York, Los Angeles, Singapura, Indonesia, dan Thailand. Terdapat berbagai macam jenis the yang digunakan oleh Gulu Gulu, yakni teh jasmine, green tea jasmine, black tea, hingga sakura tea.

Keistimewaan produk cheese tea ini minumnya tidak boleh dicampur. Jadi ada layer pertama yakni cheese, dan layer keduanya teh itu sendiri, yang ketika diminum dengan sudut 45 derajat, kalian akan mendapatkan sensasi cheese dan kemudian sensasi teh. “Target utamapasarnya anak-anak muda dengan SES ABC, sementara target sekunder adalah semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa dan orangtua,” imbuhnya.

Walaupun Gulu-Gulu belum membuka outlet atau gerai pertamanya, namun saat ini sudah 20 lokasi license business opportunity telah dipesan. Untuk wilayah Jabodetabek, pihaknya menargetkan sebanyak 50 gerai chesee tea. Launching gerai, menurut rencana akan dilakukan pada Februari 2018 mendatang. “Setelah Jabodetabek, Gulu-Gulu akan ekspansi ke kota-kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, dan kota lain,” papar Donny.

Gerai Gulu-Gulu terbagi menjadi 2 tipe model. Yang pertama yakni tipe Outlet Island ukurannya 9-15 meter, dan tipe Booth ukuran idealnya 4-6 meter. Investmen fee untuk satu booth sekitar Rp70 juta, sementara untuk outlet Rp130 juta. Sour Sally Group merupakan pelopor Frozen Yogurt di Indonesia dengan lebih dari 50 outlet di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Memviralkan Coworking Space Melalui Program “COWORKFEST 2017”

Tren coworking space di Indonesia mulai terjadi sejak lima tahun terakhir. Tren tersebut bermula ketika para profesional muda dan startup...

Close