IFEX 2016 Catat Transaksi Penjualan US$ 325 Juta

Indonesia International Furniture Expo 2016

Selama empat hari penyelenggaraan sejak 12 – 15 April 2016, Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang bertema “The Essence of Infinite Innovation”, telah berhasil mencatat jumlah transaksi fantastis mencapai US$325 juta atau meningkat dibanding tahun lalu sebesar US$270 juta. Pencapaian tersebut lahir dari apresiasi terhadap IFEX oleh buyers dan para pemenang Indonesia Furniture and Craft Buyers Appreciation Award (BAA) 2016 yang merupakan buyers dari Amerika, Eropa, dan Jepang.

Terkait nilai transaksi yang berhasil dicatatkan, sampai dengan siang ini jumlah transaksi yang berhasil diraih IFEX 2016 mencapai US$325 juta. Jumlah ini meningkat dibanding transaksi tahun lalu yang mencapai US$270 juta. Jumlah peserta IFEX 2016 sebanyak 512 perusahaan, sementara untuk tahun lalu 470 perusahaan. Untuk lahan yang digunakan, pada tahun lalu 50,000 sqm, tahun 2016 ini luasnya mencapai 60,000 sqm.

Pameran IFEX 2016 mendapatkan perhatian yang cukup besar dari para buyers. Hal ini mencerminkan besarnya perhatian publik bagi penyelenggaraan IFEX. “Kami melihat antusiasme buyers cukup tinggi terhadap pameran ini. Berdasarkan catatan kami, sampai dengan siang ini IFEX 2016 telah berhasil menarik lebih dari 9000 buyers, sedangkan tahun lalu 8596 buyer,” ujar Daswar Marpaung, Direktur Dyandra Promosindo.

“IFEX 2016 ini lebih baik dari IFEX tahun lalu. Buyer yang datang pada IFEX sekarang adalah buyers yang berkualitas. Mereka adalah buyers lama yang datang kembali ke Indonesia. Pada hari kedua, saya mendapatkan order 20 kontainer,” tutur Frans Ronald Tambunan dari PT Khavindo Mebel Indonesia yang memamerkan mebel rotan.

Produk mebel asal Indonesia sangat di apresiasi buyers mancanegara. “Indonesia memiliki berbagai produk unik yang memiliki perbedaan di setiap daerah dengan desain menarik dan bahan baku berkualitas,” kata Terry.

Christian Rohrbach, Wakil Presiden Merchandising A-Amerika, menyatakan secara keseluruhan pameran ini sangat menarik. Begitu pula Masami Yamamoto, Executive Vice President & COO Yamazen yang mengungkapkan bahwa Yamazen berkomitmen untuk mempertahankan dan memperkuat kemitraan bisnis yang besar dengan Indonesia, terutama untuk furnitur rotan.

Sementara Mark Dowd, Manajer Pengembangan Bisnis Textile IKEA, mengatakan IKEA akan terus memperluas kemitraan dengan perusahaan yang memiliki model bisnis yang cocok dengan model bisnis IKEA di Indonesia. Apresiasi positif terhadap IFEX juga dinyatakan para eksibitor yang berpartisipasi pada IFEX tahun ini. Carol Connors, dari Sunbrella USA, menyatakan bahwa pada pameran tahun ini mereka lebih sibuk dibanding tahun lalu dan penyelenggaraannya terlihat lebih baik dari tahun lalu. “Kami memperkirakan pengunjung di Indonesia ini lebih banyak dari pameran mebel sejenis di Singapura,”ujarnya.

Laily Maulidya dari Famous International Furniture, Yogyakarta, mengatakan bahwa IFEX memberikan kesempatan bagi industri kecil menengah untuk eksis di industri mebel internasional, bertemu pembeli baru, dan mengeksplorasi inspirasi dari peserta pameran lainnya terutama dalam hal merancang produk. "Booth saya dikunjungi sekitar 10-15 pengunjung per hari, yang mengumpulkan sekitar 3-4 pembeli potensial," katanya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Usai Pencarian Online, Konsumen Pilih Transaksi di Online atau Offline?

Meski tren belanja online atau e-commerce tampak meningkat pesat, namun industrinya masih memasuki tahap awal. Merujuk Consumer Barometer 2015 (Local...

Close