Inspiratif dan Bangkitkan Potensi Wisata Batam di Film "Mimpi Anak Pulau"

Kondisi daerah terpencil yang minim akses pendidikan dan ekonomi hidup yang miskin membuat anak-anak yang tinggal di pulau terpaksa harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. Gani Lasa, salah satu tokoh Pulau Batam kini, pada 50 tahun lalu pernah merasakan hidup dalam kondisi keterbatasan seperti itu. IMG_20160815_25740 Kendati hidup serba keterbatasan, namun Gani Lasa kecil punya mimpi. Ia pun berjuang untuk mewujudkannya. Caranya, dengan sekolah agar sukses. Hasilnya, kini Gani Lasa menjadi salah satu dari tiga Sarjana pertama dari Pulau Batam. Bahkan, Gani Laza menjadi salah satu tokoh berpengaruh, sejalan dengan menjelmanya Pulau Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kisah inspiratif Gani Lasa itulah yang menggugah Nadienne Batam Production dan Studiopro 1226 Jakarta untuk mengangkatnya lewat sebuah film layar lebar. Sebelumnya kisah tersebut telah dibukukan dalam Novel 'Mimpi Anak Pulau' oleh Abidah El Khalieqy, penulis yang juga menulis 'Perempuan Berkalung Sorban'. Diungkapkan Indra Sudirman, Executive Producer Mimpi Anak Pulau, "Film ini sesuai kisah nyata di 50 tahun lalu, yang merupakan cerita inspiratif yang mendorong saya dan beberapa pihak terkait untuk mengangkat ke layar lebar." Ditambahkannya, cerita itu menarik untuk diangkat untuk memotivasi anak-anak Indonesia sehingga terinspirasi dengan motivasi sekolah yang sangat kuat dari Gani semasa kecil. "Pemeran Gani kecil kami casting dari Batam. Di sana banyak bakat terpendam. Mereka ini bisa menggantikan aktor kawakan, seperti Ray Sahetapi, makanya kami suport dan perlu kami besarkan. Selain itu, kami mencoba besarkan potensi pariwisata dan sosial budaya melayu di kepulauan Riau ini," jelas Indra. Sementara itu, Kiki Nuriswan, sutradara fim Mimpi Anak Pulau mengatakan bahwa keterlibatan anak-anak Batam asli dalam film ini, terutama pemeran utama Gani kecil, karena logat Batam 90 persen adalah bahasa Melayu. "Ini setingan 50-an. Jadi kalau diambil dari Jakarta, terlalu jauh budayanya. Pemeran ibunya Gani memang diambil dari Jakarta, tetapi ada ahli bahasa untuk belajar bahasa dan kebiasan Melayu," jelas Kiki. Dato Ahmad Tamimi, aktor senior dari Negeri Jiran Malaysia yang juga berperan dalam film Mimpi Anak Pulau, mengaku sangat terharu. Sebab, film ini mencoba mengangkat kembali nilai dan sejarah kebangkitan kota Batam dan masyarakatnya, yang sangat kental dengan budaya Melayu. "Melalui film ini saya merasakan masih aslinya kebudayaan Melayu Riau. Semoga kehebatan Laskar Pelangi mengangkat budaya dan wisata Belitung, maka Mimpi Anak Pulau bisa mengangkat pariwisata Pulau Batam, juga pulau sekitarnya yang masih belum tersentuh penggalian sejarahnya, juga pembangunan yang baik," tukas Dato Ahmad Tamini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Mengemas Soft Launching ISOPLUS di “Toraja Marathon 2016”

Menciptakan brand engagement melalui event yang mengundang keramaian publik menjadi salah satu strategi yang kerap dipilih para pemasar. Terbukti, hampir...

Close