Dihujani Petisi Pelanggan Indihome, Buntut dari Kurangnya Komunikasi Telkom dengan Pelanggan?

Belum rampung kasus Netflix yang diblokir oleh pihak Telkom dan IndiHome, perusahaan BUMN tersebut kini harus berurusan dengan pelanggannya sendiri karena petisi online akibat pemberlakukan sistem Fair Usage Policy (FUP) sejak 1 Februari 2016. Petisi yang digagas Yogi Christianto ini mengecam adanya pembatasan kuota internet yang seharusnya Unlimited menjadi sistem kuota.

Berdasarkan pantauan MIX pada Selasa, (9/2/2016), dalam petisi online berjudul “Kembalikan IndiHome Seperti Semula” yang telah ditandangani lebih dari 10 ribu pelanggan tersebut menyoroti kebijakan FUP Telkom dan IndiHome yang menerapkan sistem kuota. Salah satu bentuknya penerapan aturan itu misalnya batas Fair Usage belum tercapai maka kecepatan yang dinikmati adalah 100 persen sesuai paket yang dipilih. Tapi jika sudah melebihi yang telah ditetapkan berdasarkan paket yang dipilih, maka kecepatakan akan menurun.

Misalnya untuk layanan dengan kecepatan 10 Mbps maka Fair Usage yang diberikan adalah hingga 300 GB. Setelah itu kecepatan turun hanya 25 persen saja hingga mencapai 400 GB. Setelah itu kecepatan turun menjadi 40 persen unlimited. Sementara, untuk layanan dengan kecepatan 20 Mbps maka Fair Usage yang diberikan adalah hingga 500 GB. Setelah itu kecepatan turun hanya 25 persen saja hingga mencapai 800 GB. Setelah itu kecepatan turun menjadi 40 persen unlimited.

Telkom dan IndiHome Dipetisikan Pelanggan Sendiri Akibat Kebijakan Pembatasan Kuota Internet

Telkom dan IndiHome Dipetisikan Pelanggan Sendiri Akibat Kebijakan Pembatasan Kuota Internet

Namun, kebijakan itulah yang diprotes oleh pelanggan di media sosial sampai munculnya petisi online di Change.org. Berdasarkan pantauan MIX, petisi online lainnya pun bermunculan seperti dari pengguna dengan inisial N.A, dengan judul “Telkom indihome mengubah kebijakan yang menipu dan merugikan pelanggan”. Menurutnya, Telkom Indihome telah melakukan pembohongan publik kepada pelanggan dari promo paket 10mbps unlimited menjadi FUP 300gb. “Kita sebagai pelanggan merasa kecewa dan tertipu, karena dari awal kita mau pasang karena promo unlimitednya," tulisnya.

Telkom dianggap tidak melakukan komunikasi yang baik kepada para konsumennya mengenai sistem layanan yang semula bersifat unlimited menjadi FUP. Kata Yogi, para pengguna IndiHome merasa tidak keberatan apabila harga langganan naik, namun mereka sangat berharap IndiHome bisa kembali seperti semula, yakni tak ada batasan kuota. “Telkom harus sadar, bahwa penyedia layanan ISP di Indonesia tidak hanya Telkom saja. Konsmen bisa saja berhenti berlangganan jika PT. Telkom Indonesia terus-menerus menekan pelanggan,” tuturnya.

Beberapa saluran di UseeTV juga telah hilang seperti HBO, HBO Signature, HBO Family, Fox Movies Premium, Fox Action Movies, CINEMAX, dan Celestial Movies. Seorang netizen bernama Wisnu Saputra turut berkomentar di laman petisi Yogi tersebut dengan mengatakan bahwa Telkom sama saja telah melakukan kebohongan terhadap konsumen karena "tidak ada perjanjian di awal pada saat penandatangan kontrak berlangganan.”

Menurut salah satu pelanggan IndiHome sekaligus penggagas petisi online, Katsuo Ono asal Pontianak, Kalimantan Barat, “Saya merasa kecewa dengan salah satu perusahaan BUMN yaitu Telkom yang mengelola Internet dan Telepon rumah sekaligus TV Kabel yang dalam paket Indihome nya. Dalam Promo mereka disebut Unlimited tanpa FUP dalam paket tersebut. Dengan harga yang sudah di tentukan, Namun setelah berjalan dalam pemakaian, tiba-tiba pihak Telkom merubah kebijakan yang semula Unlimited tanpa FUP menjadi Unlimited dengan ada FUP.”

“Sebenar nya dengan FUP ini sangat membantu sekali dalam menjaga kualitas jaringan. Namun seharusnya tidak dengan melakukan nya sebelah pihak saja, karena bila ada nya perubahan kebijakan yang seharusnya tidak ada dalam promo yang seolah-olah menipu dengan kertas promo ini,” tegas Katsuo.

Menanggapi kecaman dari para pelanggannya, MIX berupaya menghubungi pihak Telkom terkait hal tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan tidak ada bentuk klarifikasi. Berdasarkan situs IndiHome.co.id kebijakan FUP memang sudah tertera, keterangannya disebutkan bahwa hanya pengguna dengan paket 10 Mbps ke atas saja yang terkena kebijakan ini. Namun tidak ada paket di bawah 10 Mbps yang disediakan oleh pelanggan Telkom Group. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Strategi Senayan City Memadukan Dua Momentum di Bulan Februari

Bagi pusat perbelanjaan, hari-hari besar selalu dijadikan momentum untuk menggelar rangkaian kegiatan yang mampu mengundang trafik pengunjung. Bulan Februari ini...

Close