Kino Ajak Anak Muda Berinovasi lewat KYIA

Di era pasa bebas yang makin kompetitif, PT Kino Indonesia Tbk. mengajak kaum muda untuk kreatif dan berani berinovasi lewat gelaran kompetisi tahunan bertajuk “Kino Youth Innovator 2018”. Event dilandasi semangat inovasi yang dilakukan Kino dalam setiap proses kerjanya sehingga mengantarkan Kino sebagai perusahaan lokal yang mampu berkiprah di pasar global.

Untuk menularkan semangat inovasi ini, diadakanlah Kino Youth Innovator Award yang telah memasuki tahun ketiga,” ujar Budi Santoso, Product Innovation Director Kino Indonesia dalam acara talkshow yang diadakan di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, baru-baru ini (13/4).

Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN membuat kompetisi dunia industri, ekonomi maupun tenaga kerja semakin ketat. Pada era ini, akan terjadi aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi. “MEA justru menjadi tantangan dan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan. Dan, inovasilah kuncinya,” imbuhnya.

Kino Youth Innovator Award (KYIA) menjadi ajang kompetisi inovasi tahunan terhadap ide- ide brilian dari mahasiswa seluruh Indonesia. Bila di tahun 2016 mengangkat tema “Build Up A Glocal Innovation, dan “Advancing Indonesia Through Local Heritage” di tahun 2017, maka di tahun ini bertema “Empower Life Through Nature”. Melalui kompetisi ini, Kino kembali mengajak kaum muda untuk mengedepankan sumber daya Indonesia untuk memenangkan kompetisi pasar.

Glocal atau dari lokal menuju global, memang menjadi titik berat kompetisi ini, karena kami yakin bahwa Indonesia kaya akan sumber daya lokal, dan untuk menjadi pemenang, kita harus berani mengangkat apa yang ada di dalam, untuk dibawa keluar,” tandas Budi Santoso.

Talkshow menghadirkan Diaspora Indonesia, wadah orang Indonesia yang berkarya di luar negeri, yang diwakili oleh Mulya Amri, Urban Development & Public Policy Specialist. Menurutnya, Saat ini Indonesia ada di peringkat ke-36 dari 109 negara dalam rangking Global Competitiveness Index.

Tidak terlalu buruk, tapi kita harus waspada dan tidak lengah, terutama melihat kecepatan inovasi di negara lain, termasuk Malaysia dan Vietnam. Namun Indonesia memiliki potensi besar karena didukung pasar yang besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa,” ungkap Mulya.

Selain di UI, Kino menggelar talkshow bertema “Tomorrow’s Innovator, Embracing Challenges, Shaping the Future” yang diadakan secara roadshow di 12 universitas di Tanah Air.

Tags:
kino KYIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)