Lintasarta Kembali Gelar "Appcelerate 2017"

Lintasarta selaku penyedia Komunikasi Data, Internet, dan IT Services untuk berbagai sektor industri, untuk kedua kalinya menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Appcelerate 2017" pada Juli 2017. Program creative application development competition tersebut dihelat Lintasarta bersama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan-ITB (LPIK-ITB). Pada program ini, kompetisi berfokus pada produk berbasis aplikasi digital yang bernilai bisnis dan inovasi.

Usai proses screening proposal dan pitching di depan para mentor dari Lintasarta dan LPIK-ITB, diumumkan 10 tim terbaik yang akan memperoleh bantuan pendanaan awal senilai Rp 300 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi pengembangan ide sekaligus purwarupa untuk menjadi sebuah produk akhir yang siap untuk dipasarkan. Tak hanya memperoleh pendanaan, ke-10 tim juga berhak mengikuti program inkubasi yang melibatkan para mentor dari Lintasarta dan LPIK-ITB.

Program inkubasi akan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2017, yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi final rencana bisnis masing-masing tim yang akan diselenggarakan pada penghujung tahun 2017. Tiga tim terbaik berkesempatan untuk memenangkan dana dengan total ratusan juta rupiah yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut.

Ke sepuluh tim tersebut adalah

  1. Artivity, aplikasi media sosial yang memungkinkan pengguna melihat dan membuat obyek digital dalam lingkungan nyata menggunakan teknologi Augmented Reality.

  2. Cityplan, aplikasi yang menjembatani kebutuhan masyarakat, developer, pengusaha dan lainnya untuk mendapatkan informasi aturan legal dari lahan yang ingin diinvestasikan.
  3. Diverentia, sistem geoinformasi 3 dimensi yang mengintegrasi perancangan kota
  4. EDUCATIV, sebuah aplikasi pembelajaran daring yang berfungsi sebagai platform untuk mempertemukan lembaga bimbingan belajar dan pengajar lepas.

  5. Financial Wisdom, aplikasi manajemen finansial dan portofolio personal yang didasarkan pada Artificial Intellegence.

  6. Kargo-in, aplikasi freight forwarder yang menggunakan manusia dan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam industri logistik.

  7. Leunca Studio, aplikasi yang menjembatani komunikasi antara desainer/arsitek dengan klien, untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dalam proses desain.
  8. Lnpoint, aplikasi yang menghubungkan para life-long learners melalui platform media sosial untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam kelas yang diatur sendiri.

  9. ReadyDok, patient engagement app yang diciptakan untuk membantu dokter menjaga dan memastikan kepuasan pelanggan atas pelayanan klinik.

  10. Titik Jual, aplikasi yang membantu para pemilik bisnis untuk memonitor transaksi harian dan memberikan rangkuman dari bisnis mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
PR profesional itu adalah pendongeng

Praktik public relations makin berubah. Dulu, Tim humas perusahaan mana pun ibarat kura-kura di dalam tempurungnya. Mereka muncul hanya jika...

Close