Mengintip Seksinya Industri eSports di Indonesia

Saat ini, industri eSports di Tanah Air terhitung sangat menjanjikan. Meski trendnya masih tercatat baru bertumbuh, namun nilai bisnisnya amat menggiurkan. Catatan studi Newzoo mengungkapkan bahwa total revenue games di Indonesia tembus US$ 879,7 juta. Dengan angka itu, Indonesia mampu menempati peringkat ke-16 di pasar eSports dunia.

Jumlah member atau pemain gamer di Indonesia pun tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 43,7 juta, yang didominasi oleh anak-anak muda usia 18-35 tahun. Tak hanya jumlah pemain games, mereka yang suka menonton konten video turnamen games online juga tinggi, yakni sebesar 66%. Fakta yang mencengangkan lainnya adalah honor yang diperoleh setiap pemain atau atlet eSports per bulannya, yang mencapai lebih dari Rp 30 juta. Tak heran, jika atlet eSport menjadi profesi idaman anak-anak muda sekarang, selain profesi Youtubers.

Fakta itu pula yang membuat pemerintah, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), serius membangun ekosistem eSports di Indonesia. Bahkan, pada Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang, cabang olahraga eSports sudah diperkenalkan sekaligus dipertandingkan.

Berangkat dari fenomena itu, IESPL untuk pertama kalinya menggelar liga nasional eSports di tahun 2018 ini. IESPL adalah sebuah organisasi pengelola dan penyelenggara turnamen, serta liga eSports pertama di Indonesia yang digagas oleh Giring Ganesha, Rangga Danu Prasetyo, Audrey Sianturi, dan Ezra Marcella, di bawah naungan PT Gajah Merah Terbang (PT GMT). Liga eSports ini digelar dengan menggandeng Tokopedia dengan tajuk "Tokopedia Battle of Friday" (TBoF).

Giring Ganesha, President IESPL, menjelaskan, "IESPL memiliki visi dan misi untuk membawa eSports menjadi industri olahraga bergengsi di Indonesia, seiring dengan tren dunia. Kami berharap, kehadiran TBoF dapat membuat iklim kompetisi eSports di Indonesia semakin berkualitas, juga memotivasi lahirnya talenta-talenta baru di bidang ini."

Lebih lanjut Giring menegaskan bahwa IESPL juga bertanggung jawab atas edukasi, konten, produk dan komersial eSports di Indonesia. "Kami secara aktif membantu pemerintah merumuskan kebijakan bagi klub pro gamers di Indonesia dengan harapan bisa mengharumkan nama Indonesia melalui eSports nantinya,” ucapnya.

Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia juga mendukung terselenggaranya TBoF. “Tokopedia Battle of Friday atau TBoF adalah panggung baru bagi para pemain games profesional di Indonesia untuk menunjukkan kebolehannya. Kompetisi antar pro gamers hasil kerja sama Tokopedia dengan IESPL ini menjadi liga esport pertama di Indonesia. Kami berharap, dengan adanya TBoF, semakin banyak talenta-talenta terbaik negeri yang nantinya bisa mendunia,” jelas CEO Tokopedia, William Tanuwijaya.

Head Marketing and Communication Cube TV Aswin Atonie menambahkan, melalui TBoF, Cube TV menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi secara aktif dalam mendukung esports Indonesia. "Kami percaya TBoF tidak hanya berperan untuk memberikan motivasi bagi atlet eSports yang sudah ada, namun juga andil dalam menumbuhkan bibit-bibit atlet eSports dan mendorong para pengembang game di Indonesia.”

Liga utama IESPL bertajuk TBoF mulai digelar di Pullman Hotel Central Park Jakarta Barat pada awal Agustus ini (10/8) dan diikuti oleh 12 tim pro gamers. Mereka akan memperebutkan total hadiah senilai Rp 1,9 miliar melalui total 660 pertandingan ke depan. Empat divisi game akan dipertandingkan oleh ke-12 peserta, yaitu Counter Strike Global Offensive, Dota 2, Point Blank, Mobile Legends, selama enam bulan sejak 10 Agustus 2018 hingga 25 Januari 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)