Mengkampanyekan Bahasa Jepang Melalui Program "aJapan"

Demi menumbuhkan minat anak-anak di seluruh dunia terhadap Jepang, WAKUWAKU JAPAN Corporation menggelar program "aJapan". Program tersebut mulai rilis pada 2 Oktober 2017 di Indonesia, Myanmar, Singapura, Sri Lanka, Vietnam, dan Mongolia. Di Thailand, program tersebut direncanakan tayang mulai 30 Desember 2017 hingga 27 Januari 2018.

Presiden & CEO WAKUWAKU JAPAN Masafumi Kawanishi mengatakan bahwa “aJapan” merupakan program pendidikan yang menggunakan musik, irama, dan animasi untuk membiasakan anak-anak dengan aksen Jepang, sehingga dapat dinikmati oleh keluarga secara bersama-sama. Program tersebut menampilkan "Pikotaro" yang telah mendunia dengan menciptakan PPAP (Pen Pineapple Apple Pen) dan "Keroponzu" sebagai lagu latihannya, dan "Ebikanics" yang sangat popular di kalangan anak-anak.

Sementara itu, sepanjang siaran program tersebut, ditambahkannya, akan ada kontes global untuk memenangkan hadiah khusus bagi pemirsa yang mem-posting video atau gambar di media sosial. Selain itu, postingan yang paling menarik dari pemirsa yang mengunggah Keroponzu’s “Dance Time” dengan versi mereka sendiri akan disiarkan selama program berlangsung.

"Program anak-anak Jepang telah memperoleh pujian di luar negeri karena komposisi dan video berkualitas tinggi. Saluran WAKUWAKU JAPAN juga telah menerima permintaan pemirsa untuk menayangkan program anak-anak Jepang yang aman untuk ditonton dan melatih intelektualitas mereka. Menjawab kebutuhan pemirsa tersebut, program baru ini dimaksudkan untuk memberikan konten edutainment berkualitas baik untuk menyampaikan berbagai sisi mengenai Jepang," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
PR of The Year 2017: Sarihusada “Kampanye Hari Gizi”

THE BEST CREATIVE PR PROGRAM 2017 Masalah gizi ganda, yakni kekurangan gizi dan kelebihan gizi, masih dihadapi anak-anak Indonesia. Data...

Close