Pameran Glasstec 2018 Targetkan 100 Visitor dari Indonesia

Sukses menggelar pameran business to business (B2B) "Glasstec" di Jerman pada 2016 lalu, tahun ini Messe Dusseldorf kembali akan menggelar pameran serupa pada 23-26 Oktober 2018. Pada pameran 2016 lalu, tak kurang dari 1.230 eksibitor dari 52 negara turut berpartisipasi. Sementara itu, jumlah pengunjung sanggup mencapai 40.100 dari 121 negara, termasuk Indonesia di dalamnya. Dan, dari total pengunjung tersebut, 86%-nya adalah para pengambil keputusan di perusahaan.

Guna mengkomunikasikan pameran Glasstec ke-25 yang jatuh di tahun ini, Messe Dusseldorf bersama Wakeni (Wahana Kemalaniaga Makmut) menggelar roadshow presentasi di Indonesia. Pada kesempatan itu, para pelaku bisnis di industri kaca dapat memperoleh infotmasi secara komprehensif tentanh benefit apa saja yang dapat mereka peroleh dengan mengikuti pameran Glasstec 2018. Termasuk, memperoleh update terkini tentang teknologi kaca serta pontensi bisnis yang dapat tercipta.

Dipilihnya Indonesia sebagai target peserta maupun pengunjung pameran tak lepas dari besarnya nilai industri kaca nasional. Dikatakan Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus H. Gunawan, permintaan kaca di Indonesia dalam setahun telah mencapai 750 ribu ton. Sementara itu, ketersediaan kaca di Indonesia mencapai 1,25 juta ton per tahun.

"Sayangnya, meski tingkat ketersediaan lebih tinggi dari permintaan, namun tetap tidak mampu memenuhi permintaan. Lantaran, harus ekspor 30-40%," ungkap Yustinus yang menyebutkan bahwa penggunaan kaca untuk industri properti mencapai 75% dan otomotif 25%.

Sejumlah pembicara pakar dihadirkan pada acara Presentation Glasstec 2018 yang digelar hari ini (13/3). Di antaranya, Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus H. Gunawan, Chairman of ASEAN Federation of Glass Manufacturers Henry Susanto, Ikatan Arsitek Indonesia Rully Tanuwidjaja, dan Egbert Wenninger selaku The Senior VP of the VDMA (Asosiasi Manufaktur Mesin dan Pabrik Jerman).

Dipaparkan Birgit Horn, Global Heand and Director Messe Dusseldorf HmbH, salah satu hal yang membedakan Glasstec 2018 dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya adalah adanya area khusus di pameran untuk para startup. Langkah itu dilakukan karena ada dukungan dari pemerintah Jerman melalui Kementerian Ekonomi dan Energi terhadap para startup. Sejatinya, melalui pameran itu, pasa startup diberi kesempatan untuk menjalin hubungan bisnis dengan berbagai perusahaan ternama.

Lantas, bagaimana dengan minat para visitor dari Indonesia? Dijawab Rini, jumlah visitor dari Indonesia selalu mengalami pertumbuhan. "Tahun 2016, jumlah visitor dari Indonesia mencapai 70-an. Tahun ini, targetnya bisa mencapai 100-an," tutup Rini yang menyebutkan jumlah eksibitor dari Indonesia memang tidak banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)