Patok Kenaikan 25%, Begini Strategi Tokio Marine

Kendati tahun ini kondisi pasar asuransi di Indonesia agak melambat, namun Tokio Marine Life Insurance Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan pada kuartal pertama (Q1) 2018. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pada Q1 2018, Tokio Marine masih bertumbuh 8,2% dengan perolehan premi bruto sebesar Rp 118 miliar.

Dengan catatan kinerja tersebut, Tokio Marine masih optimis untuk mematok pertumbuhan 20-25% hingga akhir tahun 2018. Sementara itu, pada akhir tahun lalu, 2017, pertumbuhan Tokio Marine mampu mencapai 30%.

Untuk mencapai target tersebut, dikatakan Chief Marketing Officer Tokio Marine Life Insurance Indonesia Sudyawi Sahlan, Tokio Marine melancarkan sejumlah strategi. Pertama adalah Tokio Marine akan fokus pada agen-agen yang lebih profesional yang bekerja secara full time atau tidak menjadikan profesi agen asuransi sebagai part time atau side job.

“Saat ini, jumlah agen kami sudah mencapai 1.500-2.000 orang. Dari angka itu, hanya 5-8% yang termasuk agen profesional yang full time. Oleh karena itu, pada akhri 2018 ini, kami menargetkan jumlah agen profesional mencapai 15%,” patoknya.

Strategi kedua adalah mulai menjajaki berbagai inisiatif seperti direct channel. Yakni, memasarkan asuransi secara personal ke target konsumen, tanpa melalui agen. Termasuk, mendorong konsumen untuk mengunjungi website resmi, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan menelepon calon konsumen.

Strategi ketiga adalah dengan melakukan penyempurnaan produk dengan berbagai keunggulan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen. Salah satunya, menawarkan produk asuransi yang dapat meng-cover penyakit kanker dan ginjal.

Diakui Sudyawi, visi Tokio Marine bukan sekadar bisnis, namun juga mampu menyiapkan produk yang dapat melindungi masyarakat. Untuk itu, selain menawarkan produk yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, Tokio Marine juga menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR). Di antaranya, program CSR bertajuk "#kitaSIAP Berkarya dan Berdaya Bagi Generasi Penerus Bangsa".

Melalui Program CSR itu, Tokio Marine mengajak partisipasi dari para karyawan serta tenaga pemasaran Tokio Marine Life Insurance Indonesia untuk mengajarkan anak-anak pengidap kanker dari Yayasan Kanker Anak Indonesia tentang keterampilan kreatif seperti membuat karya kerajinan tangan, bernyanyi, mewarnai, dan sebagainya.

Selanjutnya, karya kreasi penuh makna dari anak-anak hebat itu akan dipasarkan oleh Tokio Marine sebagai cinderamata. Tokio Marine juga memberikan sarana kepada anak-anak pengidap kanker seperti tas, cat, beserta perlengkapannya untuk mereka dapat berkarya mewarnai tas-tas tersebut yang kemudian hasilnya akan dijual untuk keperluan pengobatan mereka.

“Program ini bertujuan untuk membuat anak-anak pengidap kanker merasa bahagia karena dapat berkarya dan berguna walaupun dalam kondisi sakit. Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga dapat menjadi sumber inspirasi yang positif bagi lingkungannya serta masyarakat yang lebih luas,” lanjutnya.

Ditambahkan Ferawati Gondokusumo, Head of Marketing Communications & Corporate Branding Department Tokio Marine Life Insurance Indonesia, hingga Desember 2018 nanti, Tokio Marine akan memberikan sebanyak 500 tas sebagai bekal anak-anak pengidap kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)