Peran ASIPPINDO di Industri Konstruksi dan Infrastruktur Nasional

Industri konstruksi dan infrastruktur nasional pada tahun 2016 ini diprediksi akan makin menggeliat. Geliat industri konstruksi dan infrastruktur ditandai dengan keputusan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan sepuluh destinasi wisata di tahun ini. Kesepuluh destinasi wisata itu adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur dan sekitarnya, Gunung Bromo, Mandalika, Pulau Komodo, Pulau Wakatobi, serta Pulau Morotai. IMG_20160406_53810 Keputusan pemerintah lainnya yang membuat industri konstruksi dan infrastruktur nasional makin bergairah adalah kebijakan tentang nilai proyek di bawah Rp 50 miliar yang diperkenankan dikerjakan oleh pihak swasta. Dikatakan Diding S. Anwar, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjamin Indonesia (ASIPPINDO) yang juga Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), geliat industri konstruksi dan infrastruktur nasional tentu saja berdampak positif pada industri penjaminan. Terbukti, dalam lima tahun era pemerintahan saat ini, nilai penjaminan untuk proyek konstruksi maupun infrastruktur nasional akan mencapai Rp 5.500 triliun. "Oleh karena itu, kami optimis, tahun 2016 ini Jamkrindo akan mencapai nilai penjaminan sebesar Rp 115 triliun, dimana Rp 50 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Rp 65 triliun untuk non Kredit Usaha Rakyat. Untuk mencapai target tersebut, Jamkrindo tentu saja akan turut berpartisipasi dalam penjaminan proyek infrastruktur pemerintah di tahun ini," yakin Didin. MOU Kadin dan Sejumlah Asosiasi Demi menggenjot industri infrastruktur nasional sekaligus sebagai upaya sosialisasi, maka hari ini (6/4) Kamar Dagang Indonesia (Kadin) menggelar Diskusi Panel Bidang Konstruksi dan Infrastruktur 2016. Diskusi yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan itu ditargetkan dapat merumuskan strategi sekaligus memberi arah pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ditambahkan Didin, "Acara diskusi ini ditargetkan dihadiri oleh 300 peserta yang berasal dari pengurus Kadin Pusat, Kadin Provinsi, BUMN, pemerintah, asosiasi, CEO perusahaan, dan perguruan tinggi." Pada kesempatan itu, digelar juga penandatanganan MoU antara Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur dengan ASIPPINDO, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi), Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI). "Melalui MOU ini, industri penjaminan diharapkan dapat menjadi solusi dalam menjamin pembiayaan pembangunan di bidang konstruksi dan infrastruktur di Tanah Air," tutupnya.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Langkah UBL Hadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tak hanya berlaku bagi para pelaku bisnis. Mahasiswa pun dituntut untuk mampu menghadapi kompetisi di...

Close