Perinus Kampanyekan "Gemar Makan Ikan"

Tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga, yakni hanya mencapai 41 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan tingkat konsumsi ikan di Malaysia yang mencapai 70 kg per kapita per tahun dan Singapura yang mencapai 80 kg per kapita per tahun. Bahkan Jepang, tingkat konsumsi ikannya mendekati 100 kg per kapita per tahun.

Tak heran, jika pemerintah tampak giat mengkampanyekan Gemar Makan Ikan. Demi mendukung program pemerintah, PT Perikanan Nusantara (Perinus) turut mengkampanyekan "Gemar Makan Ikan" pada Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang ke-12, yang jatuh pada 27 Oktober 2017 lalu.

Dikatakan Dendi Anggi Gumilang, Direktur Utama Perinus, "Kampanye tersebut sesuai dengan tema HUT Perinus ke-12, Perikanan Memajukan Indonesia. Puncak acara kami gelar hari ini (26/11) pada saat Car Free Day dengan pemecahan rekor MURI untuk mengolah ikan tuna bakar terberat, yakni ikan tuna mata lebar dengan panjang 160,06 cm, lingkar badan 122 cm, dan berat 80,9 kg."

Pada kesempatan itu, Perinus bekerja sama dengan ICA (Indonesia Chef Association) dengan menggandeng Chef Ragil. "Pada acara puncak ini, kami juga melakukan bakar ikan yang dilakukam oleh Chef Ragil. Ikan bakar tersebut dibagikan gratis kepada masyarakat yang hadir. Bahkan, kami juga menggelar bazar ikan murah," lanjutnya.

Sebelumnya, lanjut Dendi, selain mengkampanyekan Gemar Makan Ikan, Perinus juga melakukan donasi kepada masyarakat Kampung Bahari di Bengkulu. "Donasi ini kami berikan bersama dengan BUMN lainnya, dengan memberikan bantuan kepada SMP dan SMA yang ada di Bengkulu," ujarnya.

Dipaparkan Dendi, kegiatan Perinus sangat beragam. Di antaranya, penangkapan ikan, pengumpulan ikan, pabrik es, jasa docking dan perbaikan kapal, jasa sewa sarana dan prasarana, kemitraan usaha dengan nelayan dalam pengembangan budidaya ikan, hingga pengolahan dan pemasaran.

"Sampai November ini, omset kami sudah naik 250% dengan nilai Rp 300 miliar per tahun. Adapun keuntungan yang kami peroleh sudah mencapai 150%. Terkait ekspor, nilai ekspor kami mencapai Rp 60 miliar. Ekspor kami ke Jepang adalah Gurita," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Mengukur Efektivitas Influencer

Saat ini, tak sedikit pemasar atau pengelola merek menggandeng influencer--seperti blogger, selebgram, selebtwit, hingga youtubers--untuk mensukseskan kampanye pemasaran merek mereka....

Close