Ramai Brand Korea Bertarung di Pasar Kosmetik, Siapa Menang?

Tak kurang dari 760 perusahaan kosmetik tersebar di seluruh Indonesia. Tingginya jumlah pemain di industri kosmetik tersebut tak lepas dari nilai bisnisnya yang sangat menjanjikan. Menurut data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor produk kosemtik pada 2015 mencapai US$ 818 juta atau Rp 11 triliun. Sementara itu, nilai impornya mencapai separuhnya, yakni US$ 441 juta. kosmetik korea ok Tak mengherankan jika sejumlah brand kosmetik asing masuk Indonesia. Mulai dari brand asal Prancis, Korea, hingga Amerika. Korea misalnya, menjadi salah satu pemain yang cukup agresif menggarap pasar Indonesia. Sukses dengan drama seri, boy band, serta girl band-nya yang begitu digandrungi masyarakat Indonesia, para pelaku bisnis kosmetik asal negeri gingseng itu pun tak tinggal diam. Mengiming-imingi kecantikan layaknya para aktor dan aktris Korea, sejumlah merek kosmetik asal Korea terlihat agresif menggelar kampanye komunikasinya. Antara lain, dua merek besar The Face Shop dan Etude House. The Face Shop misalnya, sejak kehadirannya pertama kali di Tanah Air pada tahun 2005, ditengarai omset per tahun The Face Shop di Indonesia senantiasa bertumbuh 19%. Sementara itu, jumlah gerainya kini mencapai 64 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Selanjutnya, tiga tahun kemudian, 2008, Etude House bekerja sama dengan PT Interkos Jaya Bhakti sebagai solo distributor membuka gerai pertama di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Hingga akhir Desember 2015, sudah terdapat 38 gerai Etude House di seluruh Indonesia. Antara lain, Jakarta, Bekasi, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Menado, Bali, dan Kalimantan. Lantas, dari agresivitas penetrasi brand-brand kosmetik asal Korea itu, siapakah pemenangnya? Merujuk data yang dirilis Jajakpendapat.net pada laman resminya, ada enam brand Korea yang dikenal dan diminati wanita dan pria Indonesia berusia 16-35 tahun. Hasil survei online kepada 497 responden itu mengungkapkan bahwa 55,13% responden mengaku pernah menggunakan brand kosmetik Korea. Sisanya, 44,87% tidak pernah menggunakan brand kosmetik Korea. Selanjutnya, ada tiga brand kosmetik Korea yang merajai pasar kosmetik di Indonesia. Merujuk hasil survei tersebut, 71,17% pernah membeli dan menggunakan merek Etude House. Selanjutnya, diikuti oleh The Face Shop sebesar 39,05%, dan Nature Republic 14,96%. Tiga merek lainnya adalah Missha 12,77%, Innisfree 9,12%, dan Aritaum 12,9%. Alasan utama responden menggunakan merek-merek kosmetik Korea adalah karena hanya ingin mencobanya (78,47%). Selanjutnya, karena dinilai cocok dengan kulit responden (22,63%), banyak varian warnanya (17,52%), ingin seperti selebriti K-POP (8,03%), dan harganya yang lebih murah (7,3%). Sementara itu, alasan utama responden tidak menggunakan merek kosmetik Korea adalah soal kehalalan. Ada 40,36% responden mengatakan bahwa tidak adanya label halal pada kosmetik Korea membuat mereka enggan menggunakannya. Alasan lainny adalah harga yang mahal (38,12%), kulit yang sangat sensitif (20,18%), dan warna yang tidak cocok dengan warna kulit (8,07%).  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Paramount Land Launching Logo Baru untuk Produk Investasi

Paramount Land, pengembang properti nasional meluncurkan logo atau ikon baru produk investasi bertajuk “Produk Properti 100% Menguntungkan”. Logo baru ini...

Close