Ramaikan Pasar Fintech, Ini Diferensiasi yang Ditawarkan Danain

Pasar fintech (financial technology) di Indonesia makin dimarakkan oleh marketplace pinjam-meminjam secara langsung—atau lebih dikenal dengan Peer to Peer Lending. Hingga kuartal pertama 2018 ini, tak kurang dari 44 perusahaan fintech telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari angka tersebut, 43 perusahaan tercatat sebagai fintech konvensional (Peer to Peer Lending), sedangkan sisanya adalah Peer to Peer Lending Syariah.

Awal Juli ini, pasar fintech Tanah Air kembali diramaikan pemain baru, Danain. Salah satu unit bisnis dari Serba Mulia Group itu resmi diperkenalkan di hadapan media pada hari ini (3/7) di Jakarta. Sebelumnya, Danain sudah memperoleh surat keterangan terdaftar dari OJK serta platform-nya juga sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sebagai pendatang baru, diakui CEO & Co-Founder Danain Budiardjo Rustanto, dibutuhkan diferensiasi yang dapat membedakan Danain dengan perusahaan fintech incumbent atau yang lainnya. “Jika Peer to Peer Lending yang sudah lebih dulu hadir menawarkan pendanaan dengan tenor yang panjang dan tidak beragunan, maka Danain menjadi Peer to Peer Lending beragunan pertama di Indonesia. Hal itu dapat membuat para pendana merasa aman dengan investasinya,” yakinnya.

Dalam mengoperasikan bisnis fintech-nya itu, Danain menggandeng mitra PT Mas Agung Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan penggadaian swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 50 cabang yang tersebar di berbagai daerah. Dipaparkan Budi, melalui kemitraan tersebut, nantinya para peminjam dapat mengajukan pinjaman kepada mitra.

“Selanjutnya, mitra kami menyeleksi serta akan menalangi pinjaman sesuai dengan nilai yang diagunkan oleh peminjam. Saat ini, agunannya adalah emas perhiasan atau logam mulia yang harganya naik dan cenderung naik. Kemudian, data peminjam akan terkoneksi secara real time ke platform Danain untuk kemudian dapat diakses oleh pendana yang tertarik untuk memberikan pinjaman. Nantinya, dana pinjaman dari pendana yang tertarik tersebut akan ditransfer ke mitra penggadaian,” urainya.

Sebagai pendatang baru, ditegaskan Budi, Danain menyasar para pemilik dana yang selama ini melakukan invetasi dengan cara menabung dan deposito. “Melalui Danain, kami menawarkan mereka bunga yang lebih tinggi dibandingkan menabung dan deposito, yakni 8% dengan tingkat keamanan yang terjamin, karena sifatnya beragunan dan tenor (pengembalian pinjaman) maksimal empat bulan,” tuturnya.

Selain itu, Danain tentu saja membidik captive market yang notabene selama ini menjadi pelanggan dari PT Mas Agung Sejahtera sebagai mitra Danain. Profil peminjam yang selama ini bertransaksi di PT Mas Agung Sejahtera adalah 80% Usaha Kecil Menengah (UKM) dan 20% personal. “Rata-rata pinjaman di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 4 juta, dengan tingkat pengembalian 100% atau tidak ada kredit macet,” lanjut Budi.

Guna memperkenalkan Danain kepada pendana maupun peminjam, dijelaskan Budi, Danain akan menggelar berbagai upaya edukasi. Di antaranya, melakukan pendekatan Public Relations (PR) lewat media, menggelar aktivasi merek lewat berbagai pameran fintech, menyasar komunitas, serta membidik millennial dengan menyambangi kampus. “Hingga April 2019, kami akan melakukan upaya edukasi sekaligus sosialisasi Danain sebanyak 12 kali di berbagai daerah, seperti di Jakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, dan Bandung,” ucapnya.

Melalui berbagai strategi itu, Danain mematok 15 ribu pendana hingga akhir tahun 2018. “Ke depan, kami juga akan menggandeng sejumlah mitra, yang tidak hanya dari perusahaan penggadaian, tetapi juga dari perusahaan atau lembaga multifinance yang sehat dan sudah terdaftar di OJK,” tutup Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)