Serius Garap Segmen B2B, LG Rilis AC Multi V 5 VRF

Demi meningkatkan penguasaan pasar penyejuk ruangan (AC) di Indonesia yang saat ini telah menempati peringkat kedua, PT LG Electronics Indonesia tak hanya fokus menggarap segmen consumer atau Business to Consumer (B2C). Namun, segmen korporat atau  Business to Business (B2B) juga diperkuat LG. Antara lain dengan membenamkan teknologi inverter pada produk AC untuk gedung.

Oleh karena itu, pada pertengahan November ini (13/11), LG meluncurkan Multi V 5 VRF (Variable Refrigerant Flow) sebagai solusi pendingin ruangan bagi gedung yang lebih hemat energi dengan penggunaan kompresor inverter.

Dikatakan Dae Hyun Kim, Air Conditioning Business Leader PT LG Electronics Indonesia, Kehadiran Multi V 5 menjadi wujud bagian filosofi perusahaan, yaitu inovasi untuk kehidupa yang lebih baik. Multi V 5 VRF menjadi generasi kelima dan terkini dari solusi pendingin ruangan skala gedung. Pengembangan Multi V 5 VRF berfokus pada dua faktor utama, yaitu penggunaan energi lebih efisien dan kenyamanan penggunaan. Kedua fokus inilah yang kemudian mewarnai empat fitur utama dari Multi V 5 VRF."

Keempat fitur utama dari Multi V 5 VRF adalah Dual Sensing Control, Ultimate Inverter Compressor, Ocean Black Fin, dan Continuous Heating. Fitur Dual Sensing Control membantu unit pendingin ruangan mengevaluasi kondisi iklim hingga detail terkecil. Bila sistem pendingin ruangan konvensional hanya melacak suhu, LG MULTI V 5 melakukan pengukuran suhu dan tingkat kelembaban dalam ruangan maupun lingkungan luar ruang yang melingkupinya.

Dengan parameter pengukuran lebih komprehensif, LG Multi V 5 VRF memiliki kemampuan lebih baik dalam  menentukan tingkat efisiensi energi optimal dalam pengoperasiannya. Tingkat fluktuasi suhu yang lebih minim itulah yang membuatnya mampu meningkatkan efisiensi energi dari 15 hingga 31% bergantung pada kondisi tingkat kelembaban sekitar.

Fitur Ultimate Inverter Compressor, lanjutnya, merujuk pada kemampuan besar LG Multi V 5 VRF dalam memberikan tingkat efisiensi dan performa kerja yang diklaim lebih handal. Salah satu pengembangan kompresor ini terlihat dari peningkatan rentang putaran kompresor. Bila generasi sebelumnya hanya mampu beroperasi pada rentang 15 Hz hingga 150 Hz, maka kompresor generasi terkini yang dibawa LG Multi V 5 sanggup beroperasi dalam rentang 10 Hz sampai dengan batas tertingginya yaitu 165Hz. Semakin melebarnya rentang ini memberikan kemampuan lebih baik bagi LG Multi V 5 untuk bekerja lebih efisien dalam penggunaan energi sekaligus lebih cepat mencapai suhu yang diinginkan.

Fitur lainnya adalah tersedianya kapasitas ODU yang besar. Kinerja kompresor yang lebih baik dari LG Multi V 5 VRF mendukung penuh desain kipas biomimetic (biomimetic fan) inovatif dan penyalur panas 4 sisi (4-sided heat exchanger). "Kerja terintegrasi itulah yang kemudian memungkinkan sebuah ODU LG Multi V 5 mencapai 26HP," ungkapnya.

Di sisi lain, LG pun mengaplikasikan penelitian dari Departemen Teknik Mesin dan Kedirgantaraan (Aerospace) dari Seoul National University. Hal yang membuat para ahli di balik pengembangan LG Multi V 5 mengambil inspirasi dari sirip ikan paus bungkuk saat merancang kipas pada pendingin ruangan skala gedung LG terbaru ini. Hal ini salah satunya berimbas pada meningkatnya kapasitas hembusan angin yang dihasilkan kipas biomimetiknya.

Fitur keempat adalah Ocean Black Fin. Demi memastikan seluruh kehandalan LG Multi V 5 dapat terjaga performanya untuk rentang waktu panjang, maka LG menanamkan Ocean Black Fin sebagai penukar panas (heat exchanger) yang dilengkapi dengan Dual Protection. Perlindungan ganda ini berwujud terapan dua lapisan yang pula terlapisi material khusus pada kedua sisinya.

"Sengaja dibuat demikian untuk memastikan LG Multi V 5 terlindung dari berbagai substansi penyebab korosi atau karat. Seperti halnya garam, pasir, dan elemen lain yang terbawa angin laut ataupun polusi industrial yang didapat dari lingkungan sekitar. Sementara kata black merujuk pada lapisan khusus berwarna hitam pada penukar panas Ocean Black Fin yang bekerja memastikan air tak terakumulasi berlebih dalam unit," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Coke Kicks 2017 Digelar di 10 Kota

Tahun ini, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation kembali menggelar rangkaian kegiatan Coke Kicks 2017. Acara...

Close