Strategi Maksimalkan 'Brand Engagement' di TV

Meskipun sejumlah perusahaan harus 'mengencangkan ikat pinggang' mereka di tengah perlambatan ekonomi, beberapa tetap berupaya mencari strategi baru dalam memaksimalkan bujet iklan mereka melalui brand engagement di televisi. Demikian menurut sejumlah agensi periklanan.
Strategi Baru Maksimalkan 'Brand Engagement' di TV

Ilustrasi

Seperti yang diungkapkan Pawat Ruangdejworachai, VP Media Insightbagian dari Media Intelligence, strategic partner PR di Jepang dan agensi advertising Hakuhudi Inc.yang dilansir MIX Marcomm dari laman www.nationmultimedia.com, “Kami sedang mengantisipasi meningkatnya permintaan klien yang ingin menjadi bagian dari program TV sebagai nilai tambah dari layanan kami dalam spending bujet di TVC, terutama setelah bisnis mereka terkena imbas ketidakpastian ekonomi.” Kembali dikatakan Pawat, brand engagement dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sponsor announcements, product tie-ins, computer graphic inserts, dan deretan aktivitas marketing lainnya. Stasiun TV seperti Channel 7 dan Channel 3 terbuka untuk strategi marketing tersebut, namun belakangan keduanya mengusung metode ini lebih untuk program-program non-prime-time dibandingkan tayangan prime-time. “Dalam program "Journey the Series", yang ditayangkan di Channel 3 setelah jam tengah malam, Media Insight berkolaborasi dengan Toyota Motor Thailand dengan menggunakan mobil-mobilnya dalam program tersebut,” lanjut Pawat. Menurut Nielsen Thailand, Toyota merupakan salah satu big advertiser yang memotong bujet iklannya di kuartal pertama tahun ini. Toyota Motor Thailand menghabiskan Bt1,22 miliar untuk publikasi brand dan produknya lewat berbagai media. Angka tersebut menurun 17,45% dibandingkan tahun lalu sebesar Bt1,48 miliar. Sementara, perusahaan besar lainnya, seperti Unilever (Thai) Holdings, memotong bujet iklannya hingga 31,25% menjadi Bt2,43 miliar, dan Beiersdorf (Thailand) juga menurunkan bujet hingga 38.3% menjadi Bt886,7 juta. Di sisi lain, Pawat menuturkan pemain digital TV baru seperti Workpoint TV, One 31 and GMM 25 justru agresif mencari advertiser yang mau bereksperimen mencoba strategi marketing baru bersama mereka dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. GroupM adalah perusahaan manajemen ad-media yang juga secara aktif terlibat dalam aktivitas seperti di atas. GroupM berkolaborasi dengan brand seperti Clear, Ford, Gatsby, Sofy, dan Bank TMB dalam membuat sesi terbaru program "Thailand's Got Talent" di Channel 3. Diungkapkan Rattakorn Surbsuk, trading partner of GroupM, para advertiser membutuhkan pilihan yang lebih banyak untuk bisa meningkatkan engagement dengan target audiens-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Strategi Citi Menjawab Gaya Hidup Mobile Konsumen

Saat ini, pengguna telepon genggam di seluruh dunia telah mencapai 5 miliar. Itu artinya, dua setengah kali lebih banyak dibandingkan...

Close