Strategi Ibis Styles Bali Petitenget Bertarung di Industri Hotel

Hadir di Bali pada Februari 2016 lalu, Hotel Ibis Styles Bali Petitenget sudah mampu mencetak rata-rata okupansi hingga 60-70%. Kinerja yang cukup cemerlang bagi pendatang baru, mengingat persaingan di industri hotel di Bali terhitung sangat sengit. Terlebih, sebelum Ibis Styles Bali Petitenget, sudah ada tujuh hotel Ibis lainnya di kawasan Bali.

Sukses hotel ekonomi yang di bawah manajemen Accor itu, dikatakan Hotel Manager Ibis Styles Bali Petitenget Debby Resnatari, tak lepas dari penawaran lokasi yang strategis untuk mereka yang membutuhkan entertain. “Hotel kami hanya 5 menit menuju pantai Petitenget dan 10 menit menuju pantai Batu Belig. Selain itu, kawasan kami juga dekat dengan entertainment venue seperti Potato Head dan Ku De Ta,” ucapnya.

Selain lokasi yang strategis, konsep hotel Ibis Styles Bali Petitenget juga menjadi kuncinya. Dipaparkan Debby, Ibis Styles Bali Petitenget mengusung konsep family style yang dapat membuat nyaman keluarga maupun tamu individu. Oleh karena itu, Ibis Styles Bali Petitenget menghadirkan kids room yang posisinya dekat dengan lobby dan restoran serta dilengkapi dengan games X-Box dan DVD, kolam renang untuk orang dewasa dan anak-anak, spa, gym, hingga desain ruangan yang modern minimalis.

Diakuinya, setiap hotel Ibis memiliki tema yang berbeda-beda untuk desain setiap kamarnya. “Nah, untuk Ibis Styles Bali Petitenget yang memiliki 134 kamar, dipilihlah Safari Theme dengan mengusung binatang Zebra. Oleh karena itu, di setiap ruang kamar, para tamu akan menjumpai gambar zebra,” ujarnya.

Strategi kunci lainnya yang dilancarkan oleh Ibis Styles Bali Petitenget adalah melakukan kampanye marketing dan promosi yang gencar. Antara lain, dengan menggandeng media, blogger, maupun selebgram baik dari dalam negeri maupun luar negeri. “Kami undang mereka untuk merasakan sekaligus me-review hotel kami. Dalam waktu dekat misalnya, kami akan kedatangan media dan blogger dan Singapura untuk merasakan serta me-review Ibis Styles Bali Petitenget,” lanjut Debby.

Ibis Styles Bali Petitenget juga menjalin kerja sama dengan para agen travel lokal maupun luar negeri. Ia mencontohkan bahwa Ibis Styles Bali Petitenget pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan travel agen di global di Jerman dan Belanda. “Lewat kerja sama itu, iklan hotel kami juga tayang di media luar ruang di sana,” ucap Debby yang mengatakan bahwa Ibis Styles Bali Petitenget juga menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan penerbangan.

Era digital yang mampu mengubah kebiasaan konsumen dalam memilih destinasi wisata, ditegaskan Debby, juga membuat Ibis Styles Bali Petitenget memutuskan untuk massif membangun brand awareness lewat social media. Di antaranya, dengan menggelar program di own social media Facebook, Instagram, dan Path.

Sementara itu, demi mengukur kepuasan para tamu yang pernah menginap, Ibis Styles Bali Petitenget juga menghadirkan Guest Review Online. Tak tanggung-tanggung, pengelolaan dilakukan langsung oleh Debby. Ia juga yang membuat tanggapan atau respon dari setiap pertanyaan yang masuk ke Guest Review Online.

Bagi Debby, langkah itu menjadi penting, karena hampir mayoritas para traveler saat ini sangat mempertimbangkan online review  dari para tamu sebelumnya terkait destinasi maupun hotel yang mereka pilih. “Syukurnya, Guest Review Online tentang Ibis Styles Bali Petitenget, mayoritas positif. Komentar positif tentang hotel kami dapat dilihat secara online di TripAdvisor,” tandas Debby, yang menargetkan tahun depan tingkat okupansi dapat mencapai 70-75%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pollux Technopolis Garap Ekspatriat Jepang

Meski iklim properti dalam negeri belum kendusif, Pollux Properties, pengembang properti di Tanah Air tetap optimis kebutuhan masyarakat akan hunian...

Close