Sukses Menyalip LG dan Sharp, Panasonic Pimpin Pasar AC

IMG_20160808_15437

Pasar produk pendingin ruangan atau AC pada semester pertama 2016 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Merujuk data GFK, berdasarkan unit (volume), pasar AC di Indonesia pada semester pertama 2016 mencapai 107% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Yang menarik dicermati di kategori AC saat ini adalah perubahan komposisi penguasaan pasar. Pada semester pertama 2015, pasar RAC (Room AC) di Tanah Air masih dipinpin oleh LG dengan penguasaan pasar 21,1%. Selanjutnya, diikuti oleh Sharp 19,7%, Panasonic 19,2%, dan Samsung 15,1%.

Sebaliknya, pada semester pertama 2016, Panasonic sukses menyalip dua brand besar sekaligus. Ya, Panasonic langsung melompati posisi pertama LG dan posisi kedua Sharp, dengan market share 23,9% di semester pertama tahun ini. Dengan demikian, Panasonic kini memimpin pasar AC di Indonesia.

Selanjutnya, di semester pertama 2016, LG harus puas dengan posisi kedua, lewat raihan pangsa pasar sebesar 18%. Di posisi ketiga, ada Sharp dengan perolehan market share 15,8%, dan Samsung yang masih bertahan di posisi keempat dengan pangsa pasar 13,8%.

Pencapaian Panasonic tak lepas dari pertumbuhan penjualan yang sukses diraih merek asal Jepang itu pada semester pertama 2016 yang melebihi pertumbuhan pasar  AC nasional, yakni 130%.

Bahkan, pertumbuhan AC Panasonic Indonesia juga melebihi pertumbuhan pasar AC di Asia dan Oceania. Jika pada kuartal kedua 2016 pertumbuhan pasar AC di Asia dan Oceania mencapai 121%, maka penjualan AC Panasonic di kuartal kedua 2016 menembus 132%.

Tak mengherankan, jika demand produk AC Panasonic di Indonesia pada periode Juli 2015  hingga Juni 2016 menempati posisi yang tertinggi, dengan mencapai 1,92 juta unit. Selanjutnya, diikuti oleh Panasonic Vietnam 1,71 juta unit, Thailand 1,04 juta unit, Filipina 603 ribu unit, Malaysia 365 ribu unit, Australia 346 ribu unit, dan Singapura 65 ribu unit.

Akhir tahun 2016, Panasonic ingin tetap mempertahankan posisi market leader-nya. Yakni, dengan menargetkan market share 30% di pasar AC nasional. Sementara itu, pada tahun 2018 mendatang, Panasonic menargetkan penjualan sebesar 1 juta unit di pasar AC Indonesia, dengan market share sebesar 40%.

Sejumlah upaya siap dilakukan Panasonic untuk mempertahankan posisi market leader-nya. Strategi pertama, melakukan inovasi produk. Hari ini (8/8) misalnya, Panasonic meluncurkan produk AC anyarnya, AC Bintang 4, dengan label Hemat Energi Bintang 4. Tak tanggung-tanggung, 24 model diluncurkan sekaligus sebagai pilihan konsumen. Benefit yang ditawarkan produk AC baru tersebut adalah kemampuan menghemat energi hingga 36%-58%. Dengan demikian, dapat menghemat pengeluaran rumah tangga untuk listrik senilai Rp 825 ribu hingga Rp 3 juta per tahun.

Dijelaskan Hiroyoshi Suga, President Director PT Panasonic Gobel Indonesia, "Panasonic terus melanjutkan komitmennya dalam menghadirkan produk yang berkualitas . Hal ini sejalan dengan regulasi pemerintah yang ingin mengurangi emisi global melalui produk AC yang hemat energi."

Strategi kedua adalah mengkomunikasikan produk baru tersebut serta mengedukasi market tentang pentingnya hemat listrik atau hemat energi lewat sejumlah channel komunikasi. Mulai dari beriklan di TV Commercial hingga microsite resmi di webiste Panasonic. Termasuk, mengeduksi media lewat media gathering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ekspansi ke Bali, LSPR Resmikan Kampus Baru

London School of Public Relations (LSPR) resmi membuka kampus barunya di Bali pada awal Agustus ini (6/8). Peresmian kampus yang...

Close