Tahun 2018, TEMAS Line Perluas Lini Bisnis Layanan

Pada akhir tahun 2017 lalu, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (TEMAS Line)--perusahaan penyedia layanan transportasi laut--mampu membukukan penjualan sebesar Rp 2 triliun. Itu artinya, mengalami kenaikan sebesar 19,68% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, total aset Perseroan mampu mencapai Rp 2,91 triliun pada akhir 2017 atau naik 15,56% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,52 triliun.

Kendati mengalami kenaikan dari sisi penjualan dan total aset, sayangnya perolehan laba TEMAS Line mengalami penurunan. Hingga akhir tahun 2017, laba bersih Perseroan terkoreksi menjadi Rp 53,05 miliar. Dikatakan Ganny Zheng, Direktur Keuangan TEMAS Line, penurunan tersebut terjadi karena adanya lonjakan bahan bakar sebesar 21 ,6%, kenaikan biaya bongkar muat sebesar 16,8%, dan penurunan uang tambang rata-rata sebesar 21%.

Guna menghadapi kondisi seperti itu, menurut Ganny, tahun 2018 ini TEMAS Line akan melakukan efesiensi terhadap berbagai service atau layanan yang ada. Misalnya, tahun ini TEMAS Line memutuskan untuk mencarter dua kapal di luar negeri. "Hasilnya, pada kuartal pertama 2018 ini, dari sisi volume kargo, kami telah mengalami peningkatan sebesar 12,9%. Adapun pertumbuhan service revenue mencapai 42,89%,” tuturnya.

Strategi lain yang siap dilancarkan TEMAS Line di tahun ini adalah membuka perluasan lini bisnis baru untuk menjadi One Stop Service Shipping Company yang menyediakan solusi layanan transportasi laut, khususnya pengiriman barang dalam peti kemas dari hulu ke hilir. “Dengan National Network yang didukung 34 unit armada kapal berkapasitas total 25.785 Teus, kami terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar tetap menjadi pemimpin pasar dengan menerapkan safe delivery & On time schedule yang dimulai pada 2017. Termasuk, penambahan alat di pelabuhan yang akan ditempatkan di Jakarta,” lanjutnya.

Terkait perluasan lini bisnis layanan, TEMAS Line menggandeng perusahaan pelayaran global dari Jerman, NSB GROUP, dengan melahirkan anak usaha baru, yaitu PT Asia Marine Temas yang bergerak dalam bidang Ship Management. “Kami melihat bertambahnya kapal-kapal di Indonesia sebagai peluang. Melalui penandatanganan kerja sama yang dilakukan pada 23 Mei 2017 tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan bisnis pelayaran dalam hal pengelolaan, dan pemeliharaan kapal serta penyediaan awak kapal,” pungkas Ganny.

Langkah lainnya yang tengah dipersiapkan TEMAS Line antara lain pada tanggal 5 Juni 2018, Perseroan telah menandatangani kerja sama pembangunan 10 unit alat bongkar muat peti kemas dengan Mitsui Engineering and Services Leasing Ltd berupa 4 units Container Crane (CC) twinlift capacity 65 ton, and 6 units Rubber Tyred Gantry Crane (RTG). “Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung kegiatan usaha utama dalam meningkatkan kecepatan produktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta,” tandasnya.

Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk mencapai target TEMAS Line di 2018. Dikatakan Direktur Commercial TEMAS Line Harry Haryanto, TEMAS Line menargetkan pertumbuhan laba sebesar Rp 150 miliar. “Sejalan dengan itu, total pendapatan diharapkan naik sebesar 15% dari tahun 2017 dan biaya operasional hingga akhir tahun ini akan ditekan untuk pencapaian laba. Intinya, kami akan memacu efesiensi untuk menopang pertumbuhan positif tahun ini dengan memaksimalkan sumber daya demi mencapai tujuan bisnis perusahaan," tutupnya di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2018 yang digelar hari ini (26/6), di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)