Tumbuh 24%, TVC Topang Pertumbuhan Belanja Iklan Kuartal I 2016

nielsen Dalam data Nielsen Advertising Expenditur yang dirilis Nielsen Indonesia hari ini (17/5), pertumbuhan belanja iklan di kuartal pertama 2016 periode Januari-Maret 2016 menunjukkan tren positif. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, total belanja iklan kuartal pertama 2016 berhasil tumbuh 24%, dari Rp 25,5 triliun (Q1 2015) menjadi Rp31,5 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh belanja iklan TV yang meningkat hingga 33%. "Setelah sempat melemah sejak semester kedua 2014, optimisme pasar kini semakin menguat. Hampir semua top kategori kini menunjukkan peningkatan signifikan dalam belanja iklan, dan ini terlihat sejak kuartal ketiga 2015 lalu. Dari data kami menunjukkan TV masih menjadi media yang paling banyak dikonsumsi. Komposisinya TV 77%, koran 22%, dan majalah/tabloid 1%," ungkap Hellen Katherina, Direktur Media Nielsen Indonesia. Dari sisi kategori produk, rokok kretek masih menjadi pengiklan tertinggi di kuartal pertama 2016, yaitu sebesar 1,9 triliun atau tumbuh sebesar 76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pertumbuhan yang sama, kategori pemerintahan dan organisasi politik menempati posisi kedua dengan total belanja iklan sebesar Rp1,8 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kampanye Kementerian Kesehatan terkait memberantas penyakit polio. Posisi ketiga terbesar adalah kategori produk perawatan rambut dengan belanja iklan mencapai Rp1,3 triliun dan tumbuh 36% dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan merek, rokok Dunhill menjadi pembelanja iklan tertinggi sepanjang kuartal pertama 2016 sebesar Rp420 miliar. Posisi kedua ditempati Indomie dengan nilai belanja iklan Rp272 miliar dan tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lalu, Djarum Super Mild menempatu urutan ketiga dengan angka belanja iklan Rp 200 miliar dan tumbuh 428% dibandingkan tahun lalu. Di antara sepuluh produk dengan belanja iklan tertinggi, Kementerian Kesehatan juga turut mendorong pertumbuhan belanja iklan kuartal pertama 2016, yaitu sebesar Rp 165 miliar atau meningkat 25,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan pertumbuhan tersebut, Kementerian Kesehatan berada di urutan ke-enam dari sepuluh pembelanja iklan tertinggi sepanjang kuartal pertama 2016.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Kampanyekan Gaya Hidup Sehat, Herbalife Kembali Gelar “Wellness Tour 2016”

Survei "Nutrition at Work" yang digelar Herbalife pada Maret lalu terhadap 5.500 pekerja di 11 negara di Asia Pasifik menunjukkan...

Close