Upaya LSPR-Jakarta Mencetak Lulusan Komunikasi yang Kompeten dan Kreatif

Demi mencetak lulusan komunikasi yang berdaya saing, kreatif, dan berkompeten, London School of Public Relations (LSPR) Jakarta rutin menggelar aneka workshop, baik skala nasional maupun internasional. Paling anyar, awal Agustus ini, LSPR bersama Web TV Asia dan British Council menggelar Creative Workshop di Bali. Workshop yang digelar pada 2-7 Agustus itu diikuti oleh 45 mahasiswa LSPR-Jakarta.
LSPR

LSPR Creative Workshop di Bali.

Program Creative Workshop tidak hanya menyajikan teori, namun peserta juga didorong untuk langsung mempraktikkan materi yang diterimanya. Selanjutnya, pada akhir workshop, para peserta diminta untuk mempresentasikan hasil kreatifnya secara berkelompok. Sejatinya, proyek kreatif yang dikerjakan secara berkelompok dapat melatih mahasiswa untuk dapat bekerja sama dalam sebuah tim. Dituturkan Gesille Sedra Buot, Director International Relations Department LSPR-Jakarta, "Selain meningkatkan keterampilan membuat video, program Creative Workshop ini ditujukan untuk mempelajari tren yang tengah berkembang saat ini, termasuk mempelajari konsep dalam menciptakan video yang berdampak viral dari para pakar industri kreatif. Dengan demikian, hal itu akan memberikan kesempatan bagi siswa kami untuk menemukan keterampilan kreatif mereka dalam memproduksi video kreatif." Narasumber hari pertama pada Creative Workshop adalah Avo dan Dhito dari WebTV Asia dengan tema “Viral Video Content Production”. Pada kesempatan itu, kedua pembicara memberikan pengetahuan kepada peserta Creative Workshop tentang bagaimana membuat viral video yang berfokus pada produksi konten digital. Selain itu, mahasiswa LSPR-Jakarta juga diberikan paparan singkat seputar teori dasar produksi video. Mulai dari ‘mind mapping’, pembuatan konsep pada produksi dan pasca produksi video, hingga kapan waktu yang tepat untuk memasukkan video tersebut di media sosial sehingga menghasilkan dampak yang viral. "Target akhir dari sesi pertama workshop ini adalah untuk menghasilkan 3-5 menit konten digital yang menghasilkan efek viral. Semua ini tentang menjadi kreatif, dapat berpikir di luar kotak atau menjadi unik. Ini adalah salah satu faktor untuk mendapatkan dampak viral,” ujar Avo, perwakilan dari WebTV Asia yang telah mengantongi jutaan views dan subscribers untuk setiap konten digital yang dimasukkan ke You Tube. Sesi kedua Creative Workshop mengusung topik “Event Management”, dengan menghadirkan narasumber Adam Pushkin, yang menjabat sebagai Direktur Industri Kreatif & Seni dari British Council. Secara intensif peserta diajak membahas bagaimana cara membuat festival dan menjadikan festival berhasil. Adam juga memberikan tantangan kepada masing-masing kelompok mahasiswa untuk membuat konsep festival. Selanjutnya, mereka akan mempresentasikannya pada akhir sesi workshop. Pada sesi kedua ini, dihasilkan empat konsep festival, salah satunya adalah konsep yang dipresentasikan oleh kelompok tiga, yaitu konsep yang berasal dari fenomena Pokemon. Dengan konsep “Festival PokeWeek”, kelompok tiga menargetkan peserta festival ini adalah pemain Pokemon secara global. Dan, Taman Impian Jaya Ancol dinilai sebagai lokasi yang paling cocok untuk penyelenggaraan festival itu.
Tags:
LSPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ramai Brand Korea Bertarung di Pasar Kosmetik, Siapa Menang?

Tak kurang dari 760 perusahaan kosmetik tersebar di seluruh Indonesia. Tingginya jumlah pemain di industri kosmetik tersebut tak lepas dari...

Close