Claristy Edukasi Pisau Bermata Dua

Menyebut Luno, tidak semua awam tahu. Inilah tantangan yang dihadapi Claristy. Tak pelak kalau belakangan ini waktunya dihabiskan untuk mengedukasi masyarakat tentang brand Luno. “Sekarang saya sedang sibuk membangun market di Indonesia karena Luno adalah brand global yang merupakan market leader untuk beberapa negara di benua Afrika, Eropa, dan Asia,” kata dia yang menjabat Operations Growth Lead Luno Indonesia

Dia bersama tim gencar membangun brand Luno agar menjadi top of mind. Caranya, dengan membuat portal belajar berupa video dan artikel di website dan melakukan berbagai seminar dan roadshow untuk menjelaskan tentang Bitcoin, Ethereum, atau aset kripto di Indonesia. Termasuk memberi kesempatan jika ada perusahaan yang mengundangnya untuk berbagi pengetahuan soal Bitcoin 101 atau cryptocurrency 101.

Luno adalah perusahaan global terkemuka di bidang aset digital yang berpusat di London dan telah beroperasi di sejumlah negara seperti Indonesia, Malaysia, Afrika Selatan, Nigeria, dan Kenya. Luno masuk dan mulai beroperasi di Indonesia pada awal 2015.

Kegiatan edukasi membidik masyarakat Indonesia berusia di atas 18 tahun yang ingin mengetahui lebih dalam tentang teknologi aset kripto ini, termasuk mereka yang ingin memiliki alternatif di kelas investasi lainnya. “After all, fokus kami adalah edukasi dulu, sebelum melakukan kampanye apapun,” papar wanita kelahiran Medan, Sumatera Utara, pada November 1994.

Bergabung di Luno sejak 2016. Menurut sarjana Jurusan Komunikasi, FISIP UI ini, tantangan terbesar dalam edukasi adalah budaya kolektif masyarakat Indonesia, komunitasnya kuat, dan masyarakat berhubungan satu sama lain dengan asas kekeluargaan. Informasi tersebar dari satu orang lain ke orang lainnya dengan mudah dan cepat. “Orang-orangnya ramah dan sering gak enak jika menolak tawaran orang lain,” aku dia.

Sifat tersebut, menurut Claristy, dapat menjadi pisau bermata dua. Yakni, dalam hal Bitcoin dan aset kripto. Jika informasi dan edukasi tentang Bitcoin dan aset kripto sampai di masyarakat dengan benar, maka hal itu sangat positif. Namun jika ada satu orang saja dari komunitas ini yang mendapatkan informasi salah mengenai BItcoin, dan menyebarkan informasi salah, “.. Wah, sulit nantinya mengubah kembali mindset tersebut,” ujarnya. Oleh karena itu, me-review kembali artikel atau memutar berulang-ulang video di website, menjadi solusi untuk mengatasi kendala tersebut.

Meski background pendidikan yang terpaut jauh dengan bidang karier yang ditekuninya sekarang, namun ia merasa enjoy menjalaninya karena bekerja di Luno Indonesia tidak monoton, seperti kegiatan riset, press konfrensi, serta rapat dengan regulator. “Pekerjaannya sangat beragam sehingga saya juga dapat mengembangkan skill set yang saya punya,” tuturnya.

Selain itu, culture perusahaan sangat terbuka dengan karyawan dari berbagai negara. “Tim saya karyawannya beragam, dari benua Asia, Eropa, dan Asia,” tandas Claristy. ()

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)