CorComm, Pelabuhan Terakhir Mieke

Marketing dan Public Relations adalah dua dunia yang selalu berjalan bersisian satu sama lain sehingga professional yang mengawalnya pun seringkali saling lompat pagar. Nurlida Fatmikasari yang akrab disapa Mieke, Public Affairs & Communications Regional Manager Jakarta & West Java Coca-Cola Amatil Indonesia, adalah contoh professional yang melakukan hal ini. Dia memulai karir sebagai sales people, kemudian hijrah ke divisi marketing, dan selanjutnya melompat pagar dan nyaman menjadi seorang corporate communications people.

            Lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Katolik Parahyangan, Mieke bekerja di account management sebuah agensi periklanan dan industri media. Namun dalam perjalannya, dunia klien lebih menjanjikan bagi Mieke sehingga dia kemudian bergabung dengan Divisi Promosi  Bank NISP, bahkan kemudian menerima tawaran Home Centro untuk  mengembangkan promosi di perusahaan ritel ini.

            Milestone-nya hijrah ke divisi corporate communication terjadi pada 2006 ketika Mieke bergabung dengan PT TVS Motor Company Indonesia sebagai Head of Corporate Communications. “Di sini saya bertugas memperkenalkan TVS ke pasar Indonesia,” katanya. Ketika itu TVS adalah pendatang baru di pasar otomotif negeri ini.

            Lebih dari tujuh tahun di TVS, pada 2013 Mieke memutuskan bergabung dengan SOHO Global Health sebagai Head of PR Department. Di perusahaan farmasi ini, bersama timnya Mieke  membuat kampanye #SOHOBetterU yang meninggalkan jejak digital. Setahun di SOHO, pada Desember 2014 Mieke menerima tantangan sebagai Public Affairs & Communications Regional Manager Jakarta & West Java Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI). “Di Coca-Cola saya bersentuhan dengan banyak stakeholders, mulai dari warga sekitar pabrik, karyawan pabrik, pemerintah lokal, asosiasi industri, teman-teman media, serta NGO atau komunitas,” tutur ibu dua anak yang menganut prinsip bahwa hidup harus bermanfaat bagi orang sekitar ini.

            Salah satu program Mieke di CCAI yang tercatat suskes adalah peremajaan program “Clean-Up”—yaitu pembagian ratusan tong sampah kepada masyarakat sekitar dan sekolah-sekolah. Bersama tim, Mieke memaksimalkan pembagian tong sampah dan memberikan edukasi lingkungan dengan menggandeng Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bekasi dan Kelompok Kerja Kabupaten Bekasi. (Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ini Penyebab Sampoerna Masih Memimpin Pasar Rokok Nasional

PT HM Sampoerna Tbk. mampu mempertahankan posisi market leader-nya di pasar rokok nasional. Sampai akhir tahun 2016 lalu, Sampoerna sanggup...

Close