Faizal Hermiansyah dan Startup "Eight Code"

Lahir sebagai generasi millennial, gairah Faizal Hermiansyah memang tak bisa lepas dari jiwa entrepreneurship. Keberaniannya sebagai seorang entrepreneur sudah dimulai ketika ia berusia 16 tahun. Kala itu, ia membangun bisnis clothing T-shirt. Sayangnya, bisnis pria kelahiran Tangerang Selatan pada 8 Februari 1993 lalu itu terpaksa kandas di tengah jalan, seiring dengan mulai meredupnya industri clothing T-shirt. Namun, lulusan Universitas Budi Luhur jurusan Sistem Informasi itu tak patah arang. Jiwa entrepreneurship-nya masih menggebu begitu ia lulus kuliah. Oleh karena itu, meski sempat bekerja sebagai orang “kantoran” selama dua tahun, Faizal memutuskan menjadi startup dengan membangun bisnis Eight Code. Diungkapkannya, “Eight Code adalah Information Technology (IT) Consultant dimana kami menyediakan solusi kepada perusahaan-perusahaan makro, mikro, kementrian, serta BUMN dalam mengefesiensikan dan mengefektifkan kegiatan operasional mereka melalui penerapan IT di perusahaannya. Keunggulan kami adalah fleksibilitas.” Membangun bisnis startup, diakui Faizal, memang bukan perkara mudah, lantaran memiliki resiko gagal yang juga besar. Tantangan yang paling mendasar dan utama adalah bagaimana ia harus menyikapi kompetitor menjadi teman baik. “Kami menyadari bahwa kami adalah startup yang tentunya masih harus 'berlari' mengejar goal startup itu sendiri. Itulah mengapa kompetitor besar yang selama ini kami temui harus disikapi dengan baik dan tidak menjadikan mereka sebagai musuh. Sebaliknya, menjadikan mereka sebagai kawan dan teman yang baik dalam membangun startup,” papar pria yang menjadikan Founder sekaligus CEO Apple Steve Jobs sebagai role-model-nya. Sebagai pendatang anyar, tentu saja upaya marketing dan komunikasi perlu digiatkan Eight Code. Antara lain, menggunakan pendekatan Public Relations (PR) ke beberapa media, memanfaatkan social media, hingga pendekatan ke berbagai komunitas seperti organisasi-organisasi pengusaha nasional, “Saat ini, saya sedang aktif dalam organisasi profesi wirausaha HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),” ia menambahkan. Dikisahkannya, ia memulai Eightcode.com dengan visi yang jelas plus belajar dari pengalaman pribadi di bisnis sebelumnya. “Dari sana, saya melihat trend untuk memudahkan mencapai visi perusahaan. Saya memulai dengan client atau customer awal di PT Bank Mandiri, Tbk pada tahun 2012, karena pada saat itu konsultasi IT bisnis merupakan hal yang wajib bagi dunia perbankan. Selanjutnya, saya menggunakan network yang ada untuk mengembangkan Eight Code dan sebagai,” tandasnya. Hasilnya? Dijawab Faizal, “Alhamdulillah, dengan perkembangan teknologi saat ini, membuat Eight Code juga berkembang pesat dan mampu membukukan revenue hingga ratusan juta rupiah tiap tahunnya. Memang, angka itu belum sesuai target, tapi kami optimis dapat membukukan revenue hingga puluhan miliar di tahun-tahun mendatang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Nestle Edukasi Sarapan Sehat “Cereal Master Class”

  Saat ini asupan gizi sarapan anak-anak relatif masih rendah. Menurut data, 44,6% anak Indonesia masih mengonsumsi sarapan bergizi rendah...

Close